ada hukuman itu untuk tidak di langgar..
tapi... aku.. ah sudah lah. apa bedanya dapat hukuman dengan menahan sendiri? toh dua2nya sama-sama seperti menghindar darimu.
seen from China

seen from T1
seen from China
seen from China
seen from United States
seen from T1
seen from China
seen from T1

seen from United Kingdom

seen from T1

seen from Malaysia

seen from Australia

seen from T1
seen from Malaysia

seen from T1

seen from T1

seen from United States

seen from T1
seen from Malaysia
seen from Canada
ada hukuman itu untuk tidak di langgar..
tapi... aku.. ah sudah lah. apa bedanya dapat hukuman dengan menahan sendiri? toh dua2nya sama-sama seperti menghindar darimu.
random-is-me : bagaimana caranya bersedih?
saking lamanya, saking sok dewasanya, saking inget umur, terkadang aku lupa caranya untuk bersedih. mungkin ini alasan kenapa minggu-minggu terakhir ini badan mudah banget tumbang, gampang banget bengek. karena lupa bagaimana caranya bersedih.
kata ibu, aku ini terlalu bocah. aku ini harus jadi dewasa.
semenjak ngerasa harus dewasa, jadi tau bahwa orang dewasa itu jarang banget mengeluh, aku jadi menghindari hal-hal yang berbau mengeluh. semuanya di terima lapang dada. semuanya di terima dengan legawa. tanpa mengeluh, tanpa cemberut. semuanya di terima. iya iya aja.
semenjak umur semakin banyak, semakin nyadar kalo orang dewasa itu yang jarang banget menangis. aku jadi menghindari menangis, di ganti sama senyum dan menegarkan diri sendiri kalo lagi sedih. sebenernya aku ini anaknya cengeng, ga bisa marah. lebih bisa nangis. tapi semakin banyak nangis, aku jadi sadar kalo nangis itu bikin capek dan masalah ga selesai. lebih buruk menangis dibanding senyum. senyum itu lebih gampang. semuanya di senyumin. apa aja di senyumin.
tapi sekarang aku jadi lupa caranya bersedih, terus malah jadi gampang sakit. badannya ngambek. badannya ga terima kalo hatinya jadi pasrah. tapi mau gimana lagi, aku udah lupa bagaimana caranya bersedih.
hmmm
Bogor, 5 Oktober 2016
random-is-me : jarak dalam diam
entah lah ini perasaan semacam apa. dari awal jumpa saja jarak dalam diam ini selalu ada. bahkan ratusan hari terlewati jarak dalam diam ini tetap ada.
sebentar. jarak yang ku maksud disini adalah jarak terdekat kita maupun jarak terjauh kita. kita? hmm maksudnya aku dan kamu, kalau mau.
jarak dalam diam terjauh adalah saat dimana aku dan kamu berada dalam satu lingkup “rumah” yang menaungi tapi sama sekali tak pernah bertemu. pernah sih, hanya beberapa kali. namun itupun tak tatap mata. aku hanya bertemu dengan mu di persimpangan jalan, bertemu karena kendaraanmu membalapku, bertemu karena kendaraanmu parkir disebelah kendaraanku, bertemu karena selalu sarapan di tempat yang sama, bertemu saat aku sedang berdoa untuk melihat punggungmu seketika itu kamu berlalu. dan bertemu didalam doa. pada jarak dalam diam terjauh ini, aku tetap merasakan debaran jantung yang berderap kencang. hhmm.. ya mungkin itu rindu.
jarak dalam diam terdekat adalah saat dimana kamu benar ada di depan mata dan benar benar dekat. aroma parfummu, bunyi langkahmu, renyah suara tawamu. haduh, aku hilang konsentrasi. tapi yang jelas jantungku sama tak karuannya.
pada jarak dalam diam terjauh dan terdekat. aku hanya berharap bahwa ini hanya sekedar perasaan yang bisa menetap hanya karena izinNya. semua degupan jantung yang tak karuan itu adalah hadiah dariNya bahwa aku dinyatakan masih bernyawa dan kemudian wajib bersyukur bahwa aku masih punya rasa untuk mencintai. dicintai? ah itu nanti dulu. biarku urus urusanku yang terlebih dahulu aku selesaikan, baru minta dicintai olehNya. dan kamu, aku doakan semoga lekas pulang kerumah dan temukan nyamanmu lagi ya.
jarak dalam diam ini nyaman, dan kamu boleh pulang ke dalamnya. kedalam sini. sini itu hatiku. iya.
Bogor, 28 Agustus 2016
Watching new Criminal Minds be like
Garcia: Wow, that man whose wife we just saved turned out to be a nice guy!
Man they just helped: I'm totally not a nice guy.