Mungkin nanti aku akan sibuk dengan tanggungjawab pekerjaan ku tapi kau perlu ingat satu hal, namamu selalu bercahaya dalam setiap kerja keras dan semangat yang ada.
:)
seen from United States
seen from Nigeria
seen from United States

seen from United States
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from Germany
seen from Russia
seen from France
seen from Yemen
seen from United States

seen from United States
seen from Poland

seen from Canada
seen from France
Mungkin nanti aku akan sibuk dengan tanggungjawab pekerjaan ku tapi kau perlu ingat satu hal, namamu selalu bercahaya dalam setiap kerja keras dan semangat yang ada.
:)
Yassalam.. Sampe segitunya nyemangatin diri sendiri untuk nyelesein skripsi.. Wkwk Me on December 2015
Bentuk lain rizki Seperti saat kakimu kotor, trus tetiba ada ibu2 mengingatkan "Mas lewat sana ya, nanti bisa cuci kaki dulu. Klo sini sudah batas suci" sambil tersenyum. Seperti saat kau hendak menaruh tas mu di pojokan mesjid lalu mau kau tinggal untuk ambil wudhu, trus tetiba ada bapak2 nyamperin trus bilang "Mas hati2 naruh tas nya ya, kemaren ada ibu2 kehilangan emas nya didalam tas. Nyuwun sewu kulo mboten maksud nopo2 cuma mau mengingatkan" sambil menyatukan kedua tangannya utk minta ijin mengingatkan. Ya begitulah, aku kira Allah selalu punya cara untuk memberi rizki pada setiap hamba-Nya. Dan rizki pun tidak melulu ttg uang dan harta, namun kebaikan2 dari orang lain pun juga termasuk rizki. Alhamdulillah.. Makasih Ya Allah.. Masjid Agung Kendal 26-10-2017
Dan saya kira tanah juga ikut tersenyum, ketika ia diberi kesempatan oleh Tuhan sebagai bahan untuk menciptakanmu, bu.
:)
Gais, pada setiap ujung titik menyerahmu. Ingatlah, kamu adalah Kholifah pilihan Tuhan yang dikirim ke bumi untuk menjadi pemimpin. Iya, minimal untuk dirimu sendiri.
Sssttttt… Semangattttt.. :)
Ada sesuatu, begitu hangat, sangat besar, begitu dalam dan menggebu nggebu ; rindu
Nah kan nduk, ibu ae pun mendoakan lho.. Semoga kamu mengerti dan dikabulkan Allah ya.. Aamiin
Menikmati kesusahan
Tut tut tut.. Kereta api kertajaya telah sampai pada salah satu stasiun besar di salah satu kota jawa timur. Dengan badan agak setengah sadar karena habis bangun tidur di kereta, aku pun mengayunkan kaki untuk melangkah menuju parkiran stasiun sambil berharap jemputanku menuju mess sudah ada. Karena barang bawaan yang lumayan berat, akupun duduk tepat di sebelah kanan pintu stasiun.
Kulihat sekitar belum ada tanda-tanda mobil jemputanku tiba. Aku pun menelfon driver yang telah diinformasikan akan menjemputku. Setelah kutelfon kudapat konfirmasi bahwa ia masih di terminal bojonegoro yang lebih kurang jaraknya bisa ditempuh dengan waktu 20 menit dari stasiun. Sambil menunggu aku mencoba merapihkan kembali barang bawaanku dan kuamati sekitar.
Tiba-tiba seorang bapak parubaya datang kepadaku dan menceritakan tentang kesusahan hidupnya. Tentang kehidupannya yang tiap hari ia habiskan dengan ngojek motor. "Ya begini mas, aku tiap hari ngojek dari jam 12.00 siang sampe pagi lagi. Hasilnya gak seberapa dan gak mesti. Mana ini anakku yg masih SMA kelas 3 mogok sekolah karena gak punya sepatu, sepatunya rusak dan ia mogok sekolah. Belum tiap hari dimarahi dan berantem terus ama bini karena gak pernah narik dan ngasih rejeki. Aduh ya begini mas kehidupanku" begitu ujarnya.
Aku pun mendengarkan kisah bapak itu dengan hikmat dan dalam tempo yang begitu dramatis. Aku berpikir sejenak sambil menanggapi cerita bapaknya dengan kalimat seadanya dan sewajarnya. Aku udah pernah mendapati kasus yang sama seperti ini, dan hal yang aku lakukan adalah memberinya uang. Tapi kali ini aku murungkan niatku untuk memberi pada bapak itu. Jika aku beri aku khawatir akan menjadi kebiasaan baru bapaknya untuk melakukan hal yang sama kepada orang lain selain aku. Klo dipikir kurang pas aja, aib dan kesusahan kok ya diceritakan ke orang lain. Seharusnya klo mau cerita kan ada tempat mengadu yang always open selama 1x24jam. Iya, ke Allah Azza Wajala bukan ke saya bukan ke orang lain.
Aku minta maaf ya pak, untuk kali ini aku tidak melakukan hal yang biasa aku lakukan dahulu. Seperti yang sudah saya sampaikan tadi, bahwa itu semua adalah ujian hidup. Nikmatilah setiap susah senangnya. Ini berat bagiku asal bapak tahu, namun yakinlah insyaAllah aku akan berdoa untuk bapak dan keluarga, semoga rejeki yang berkah segera datang dan dicukupkan segala kekurangan. InsyaAllah aku pernah merasakan juga kok, makan 2 hari sekali karena gak punya uang dulu. Semua ada hikmahnya jika kita pintar mengelola dan selalu melihat sisi kebaikan suatu ujian kesusahan. Maaf sekali lagi ya pak, semoga sehat dan mendapat petunjuk dan jalan dari Allah. Aamiin
Stasiun bojonegoro
14 Augustus 2017
Pukul 23:22 WIB