Some cats are angry at being called cats. To achieve peace with them, never call them by their real name
Bangambiki Habyarimana, The Great Pearl of Wisdom
seen from Italy

seen from United States
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Germany

seen from Germany

seen from Maldives
seen from Canada
seen from Germany

seen from Canada
seen from Netherlands

seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Türkiye
seen from Russia
seen from Spain
seen from France
seen from Türkiye
seen from Spain

seen from United Kingdom
Some cats are angry at being called cats. To achieve peace with them, never call them by their real name
Bangambiki Habyarimana, The Great Pearl of Wisdom
Pembawa Petaka
Jika saya mengangkat dagu terlalu tinggi, mungkin karena kebanggaan dari dalam diri; dikarenakan uang saya adalah hasil jerih payah sendiri. Bukan hasil melacurkan diri dan/atau sokongan dari para pria berduit.
Fanny Eldiana, mantan juara III & favorit Gadis Sampul '94, beberapa kali pernah ngetweet:
"Enak amat yaaa, istri yang bisanya cuma ngabisin uang suami...."
Saya tidak merasa tersindir sama sekali atas semua tweets kurang ajarnya. Saya tidak tersindir, karena saya tidak merasa. Tidak merasa karena saya tidak pernah melakukan hal tersebut; dan karena uang Arman Sudradjat (yang saat itu adalah suami saya), tidak mungkin bisa saya hambur-hamburkan; wong justru saya bekerja untuk nambah pemasukan dan untuk membeli segala keperluan pribadi saya.
(bekas) Pelacur bertubuh tambun ini, mungkin tak punya cermin di rumahnya. harusnya ia menunjuk batang hidungnya sendiri saat menshout-out kalimat tersebut.
Semoga anak-anak para pelacur tersebut, tidak mengetahui profesi terselubung ibu mereka dulunya. Kasian jika sampai tau. Bisa-bisa anak mereka nantinya akan jalan tertunduk dan merunduk.
Dan semoga darah (bekas) para pelacur tersebut; tak menurun ke anak-anak perempuan mereka. Karena biasanya.. buah jatuh tak jauh dari pohonnya.
Menggelikan adalah: Ketika beberapa perempuan bekas pelacur -bahkan mungkin masih, tapi diam-diam? Who knows?- melemparkan hinaan terhadap perempuan yang bukan (bekas) pelacur. Saya.
Pertemanan Sial
Saya kenal Eno Netral jauh sebelum kenal Nova Eliza. Eno dulu satu kampus dengan saya, dan kami berteman. kemudian Event Organizer milik sepupu saya, Putri dan teman-temannya; mengontrak band Netral dan Cokelat untuk tour ke beberapa kota. Saya ikut sebagai salah satu project officer.
Sebelum tour, saya dikenalkan dengan Nova Eliza. Selama tour ke beberapa kota, belum tentu dalam sehari saya bertukar kata dengan Eno, dikarenakan saya dan beberapa crew sibuk ngurus ini-itu.
Beberapa bulan kemudian, saya clubbing di BC Bar, sarinah Thamrin. Ketemu dengan Nova dan teman-temannya. Nova minta saya untuk tidak bercerita pada Eno bahwa ketemu dia di situ, katanya dia nggak bilang ke Eno kalau pergi clubbing. Saya iya kan. Sejak itu Nova sering sekali menelphone saya untuk ngajak jalan. Akhirnya justru pertemanan saya dan Nova malah lebih dekat daripada pertemanan antara saya dan Eno.
Satu saat Nova cerita kalau ia dekat dengan sutradara yang saat itu sedang sering-seringnya menyutradarai beberapa sinetron di TV, Sridhar Jetty. Saya pun sering pergi dengan Sridhar dan Nova, karena setelah putus dari Boy, saya tetap sendiri sampai bertahunan. Ketika saya dan Nova ulang tahun (saya tanggal 3 Juni, Nova tanggal 4 Juni), kami patungan merayakan di BC Bar. Saat itu Nova belum bergabung dengan gank Pera. Nova yang sering menolak kalau saya ajak. Perlu diketahui, Nova saat itu hanya mempunyai sedikit teman. Saya pikir, hak tiap orang jika ingin memilih teman yang mungkin dianggap nyaman.
Hampir kemana pun Nova pergi, saya diajak. Kadang saya menjemputnya, atau sebaliknya (kebetulan saat itu saya masih tinggal di Bangka, dan Nova di Pejaten) . Malam minggu, bahkan ke pesta pernikahan pun; kami datang berdua tanpa pasangan. Saya sering menginap di rumah Nova.
Tahun baru 2002-2003
Saya dan gank Pera buka kamar di Sommerset. Sahabat saya dari SMA hingga kuliah, Febrico; yang mengurus segala sesuatunya, dia punya relasi yang bekerja di sana; jadi dapat discount. Beberapa hari sebelum tahun baru, Eno menelphone saya, dia nanya apakah saya tau hotel atau apartment mana yang masih bisa dibook. Karena sudah mendekati hari-H, maka dimana-mana sudah penuh.
Saya suruh Eno langsung menghubungi Febrico (mereka saling kenal di kampus). Ternyata masih ada kamar. Maka Eno, Nova dan beberapa teman Eno bertahun baru di tempat yang sama dengan saya dan gank saya.
Sommerset
Menjelang malam, ketika saya sedang mau turun ke lobby, alangkah kagetnya sya. Saat pintu elevator terbuka.. di dalam lift tersebut ada Boy, Dias, dan beberapa teman mereka juga mau turun ke bawah. Kebetulan lift tersebut penuh, jadi saya dan beberapa teman saya, nggak mungkin masuk dalam lift tersebut. Saya, Boy dan Dias; hanya bertegur sapa seadanya. FYI, saat itu saya sudah lama sekali nggak ketemu dan/atau contact dengan Boy.
Jadi gank saya, gank Eno, dan gank nya Boy bertahun baru di satu hotel/apartment yang sama. Saat itu saya pikir mungkin hanya kebetulan.
Tapi setelah banyak kebetulan yang terlalu kebetulan.. sekarang saya berpikir sebaliknya. Bahwa semua memang sudah diatur.. dan teratur.
Dari sekian ratus hotel yang tersebar di seluruh penjuru kota Jakarta; masa bisa tiga kelompok yang saling terkait -saya, Febrico, Boy, Eno.. satu kampus- memilih hotel tersebut? Mungkin tidak aneh jika hotel tersebut, adalah hotel favorite dan selalu jadi pilihan orang-orang Jakarta untuk bertahun baru.
Sebenarnya malam itu saya ingin menghabiskan pergantian tahun dengan gank saya. Tapi Nova mendesak saya untuk menemani nya bertahun baruan dengan Sridhar Jetty. Saya sempat menolak, karena niat awal adalah bertahun baruan dengan gank saya. Tapi Nova memaksa, mungkin untuk alibi. Akhirnya saya setuju, dengan syarat; setelah saya bermalam tahun baruan dengan gank saya terlebih dulu. FYI, saat itu Nova pun belum mau digabungkan dengan gank saya, dan itu lah kadang susahnya. Saya harus membagi diri, antara dua kelompok yang sama-sama teman dekat.
Selepas jam 12, saya ke kamar Nova. Bersalaman saling mengucapkan tahun baru dengan Eno dan teman-teman nya. Menunggu Nova berganti baju, kemudian langsung menuju ke bawah. Sridhar Jetty sudah menunggu di dalam mobil yang terparkir depan lobby.
Maka sukses lah malam tahun baru Nova Eliza. Karene sebelum pergantian tahun dia tahun baruan dengan pacarnya, dan selepas malam ia menghabiskan waktu dengan selingkuhan nya. Dan saya tetap tutup mulut mengenai kejadian ini. Baru sekarang saya buka mulut. Terpaksa.
Sayang sekali Nova Eliza nggak pernah tau, bahwa Eno sempat menelphone saya dengan sedikit terisak, ketika mengetahui perselingkuhan Nova. Eno curhat di telephone lumayan lama.
Dan sangat saya sesali, bahwa Nova Eliza tak pernah tau; ketika ulang tahun nya yang ke 23, Eno menelphone saya dan nanya barang apa yang Nova paling inginkan saat itu. Saya ingat, Nova pernah memegang rok di salah satu pusat perbelanjaan, dan sepertinya dia suka sekali dengan rok tersebut; entah kenapa dia nggak jadi beli. Kebetulan saya pemerhati, jadi saya ingat detail bentuk rok tersebut. Rok itu yang saya sebut pertama kali ketika Eno meminta advice saya, barang apa yang paling diinginkan Nova. Tapi saya nggak pernah nanya ke Nova lagi, kado apa yang dia dapat apa dari Eno.
Jadi jika Nova Eliza ternyata menerima rok kesukaannya tersebut.. perlu diketahui, itu atas dasar advice saya; teman yang menurutnya membawa sial. Saya.
Saya teman yang menurutnya mau merebut (ex) pacarnya dan (mantan?) suaminya, Mirwan Suwarso. Teman yang selalu menjaga rahasianya. Teman yang dulu sering terbangun jam 3-4 pagi karena ia menelephone hanya untuk curhat. Teman yang selalu menutupi aib nya.
NB: Terlepas dari Eno yang saya kenal di kampus, atau band Cokelat yang saya kenal karena sempat ngurusin tour mereka; maka jika saya kebetulan mengenal beberapa anak band.. itu dikarenakan saya penah bekerja di group majalah yang mengulas khusus musik. Dan saya adalah panitia ketika kantor saya mengadakan festival band remaja, yang mengundang beberapa band tamu. Juga beberapa klien saya sempat mengontrak beberapa group band untuk tampil di fashion pages, dan saya yang mengurus segala hal terkait antara pihak management mereka dan kantor saya. Jadi saya bukan groupies. Saya adalah pekerja yang bidang pekerjaannya kebetulan berurusan dengan anak band.
Saya, pekerja yang bekerja secara profesional.
ONE MOMENT, HE LIKES YOU.
The next thing you know, he's in love with someone else.