Hadiah di Mata Manusia Dewasa
Niat. Dua kali ikut kajian Dhuha Masjid Nurul Ashri (online) bersama Ustadz Syatori rasanya badannya kayak digoncang-goncang "Sadar woy.. sadar..". Meski pembawaan Ustadz begitu lembut, tapi tetap saja berhasil menggoncang sanubariku. Duh.
Ikhlas, niat semata-mata karena Allah. Bukan yang lain. Bahkan, Kata Ustadz.. jikapun Allah menjanjikan ada banyak kebaikan dari sebuah amalan yang hamba-Nya lakukan lihatlah apa yang ada dibaliknya. Dibalik hadiah-hadiah besar yang menggoda orang beriman ada yang harus kita sadari dan maknai bahwa itu semua adalah 'tanda-tanda' Allah begitu menyukai jika hamba-Nya mengamalkan amalan tersebut.
Dibalik 700 kebaikan dari pahala sedekah, 10 kebaikan di setiap huruf Al-Quran, 100.000x lipat pahala shalat di Masjidil haram, dlsb. Lihatlah ganjaran yang besar itu adalah tanda Allah sukaaaaa (ridho) sekali jika kita melakukannya.
Analoginya seperti seorang anak kecil yang dijanjikan orang tuanya hadiah sepeda senilai empat juta jika berhasil shalat 5 waktu di masjid ketika liburan sekolah. Anak kecil itu pasyi berfokus pada hadiah sepeda yang begitu menarik hati, tapi tidak dengan seorang dewasa. Seorang dewasa dapat melihat ada makna bahwa 'shalat 5 waktu di masjid begitu penting dan berharga jika dilaksanakan' hingga hadiah besar pun rela orang tuanya janjikan.
Begitulah bab niat, halus sekali, tidak diketahui oleh siapapun kecuali diri kita dan Allah saja, tapi begitu penting ia dalam hidup. Dengan ikhlas lah, kita akan diridhoi-Nya. Dan, apalagi memang yang lebih penting dalam hidup ini selain ridhoi-Nya, selain mendapatkan rahmat-Nya?
Karena, kehidupan manusia tak pernah bisa lepas dari Allah SWT, barang sedetik pun, dan di titik mana pun. Maka, hanya pada-Nya lah sebaik-baik tempat bergantung. Wallahualam.
Allahumma inni asaluka 'ilman nafian. Warisqon toyyiban. Wa'amalam mutaqobbalan.
Ardina. Bandung, 17 April 2021. 5 Ramadan 1442H.