Boleh aku menelpon lagi nanti?
Kamu pernah tau gak, saat rasanya kamu memiliki sesuatu yang ingin sekali kamu sampaikan tapi tertahan, ya tertahan seperti ingin tapi tidak ingin, ada nafas yang berat sekali untuk dihembuskan dan pada akhirnya yang keluar hanya helaan saja. Terkadang aku sudah siap, sudah percaya, kakiku sudah berdiri tapi lagi-lagi seakan aku kehilangan wajah. Kau pernah lihat kaca Riben?, Kau pernah berdiri didepannya?, Ya! kau pasti mengerti tak seorangpun dapat melihat mu dengan itu, lebih tepatnya belum ada yang menyadari kalau kau ada dihadapannya dan ingin menyampaikan sesuatu.
Bayangkan kau mencoba menelponnya dari belakang kaca Riben, terdengar suara kalbu dari Raisa Andriana sebuah lagu yang tidak ingin aku dengar lagi dari ringtonenya hari itu, dia berbicara seolah paham apa sebenarnya yang ingin aku sampaikan. Sebuah kegundahan?, Bukan!, Sebuah peristiwa?, Bukan!, Sebuah kisah?, Bukan juga!.
Kau tau apa?, "Aku hanya ingin bercerita, dan kau mendengarkannya". Tapi sudahlah, bolehkah aku menelpon lagi nanti?.
Aku hanya ingin sendiri.
Assalamualaikum














