Di antara orang-orang di sekelilingmu, orang tua menjadi yang paling berhak atas kebaikan dan kelembutan sikapmu.
Jangan lupakan mereka, hingga kau sibuk bermanis kata dengan orang lain namun pahit kepada keluargamu.
Batusangkar, 03072024

seen from United States
seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Türkiye
seen from Germany
seen from Germany

seen from Russia
seen from United States
seen from Germany
seen from Iceland
seen from China
seen from United States

seen from Yemen
seen from Maldives

seen from China
seen from United Kingdom

seen from United Kingdom
Di antara orang-orang di sekelilingmu, orang tua menjadi yang paling berhak atas kebaikan dan kelembutan sikapmu.
Jangan lupakan mereka, hingga kau sibuk bermanis kata dengan orang lain namun pahit kepada keluargamu.
Batusangkar, 03072024
Baca ini kalo kamu sedang mengeluh (lagi)
"Hidup yang kamu keluhkan, bisa jadi hidup yang orang lain inginkan."
Kutipan ini indah menjadi pengingat kita supaya senantiasa bersyukur.
Namun dari sudut pandang lain. Kutipan ini dapat berlaku dua arah.
"Sesuatu yang kita inginkan, bisa jadi sesuatu yang orang lain keluhkan."
Jika kita tau, akan ada kemungkinan kita mengeluh juga ketika mendapatkan sesuatu diinginkan. Lantas untuk apa kita ngoyo berlebihan dalam menginginkan sesuatu?
Batasan tugas kita sebatas ikhtiar & do'a. Then, let Allah do the rest, coz Allah know what the best.
Jadi jangan berlebihan menyikapi ketidak sesuaian dalam hidup. Allah Maha Tahu apa yang terbaik untuk kita. Allah Maha Tahu kapan waktu terbaik untuk kita mendapatkan atau mencapai sesuatu.
Jawaban dari do'a yang baik itu hanya 3: 1. Dikabulkan sesuai yang kita inginkan. 2. Dikabulkan namun dengan diganti dengan yang lebih baik (di dunia maupun di akhirat) 3. Dikabulkan tertunda di waktu yang tepat menurut Allah sesuai yang kita inginkan atau diganti dengan lebih baik di dunia maupun di akhirat.
See, as a Muslim, we always win. Then why we sad?
Fafirru ilaallaah
Semua agar engkau kembali kepada Allaah
Jika saat ini engkau merasa stres, depresi, cemas, takut, tidak aman, tidak nyaman, sepi, hampa, diabaikan, dilupakan, disalahkan, tersingkirkan, tidak disayangi, tidak dipedulikan, tidak berdaya, tidak didengarkan, tidak dimengerti, dll.
Maka, ketahuilah, apa yang engkau rasakan ini adaalh sinyal dari tubuh, jiwa dan hatimu, agar dirimu kembali (inabah) kepada Allaah.
—Ustadz Abu Salma Muhammad hafidzhahullah
Berkaitan nasehat di atas, juga ada tulisan serupa yang amat indah :
Your life is nothing more than a love story. Between you and Allah. Nothing more. Every person, every experience, every gift, every loss, every pain is sent to your path for one reason and one reason only: to bring you back to Him. —@thehijabiquote
Bahwasanya benarlah kisah hidup kita itu tak lain adalah tentang kita yang kembali kepada Allaah, segala keadaan yang terjadi semestinya mengantar kita untuk kembali kepada Allaah (dalam artian kembali mengingat Allaah dalam keadaan apapun, bukan hanya saat sedang merana pun juga saat sedang berbahagia).
Ya, seharusnya keadaan apapun yang kita rasakan, tetap kepada Allaah kita kembali. Bahagia, maka bersyukur dan berterima kasih kepadaNya (kembali mengingatNya). Sedih, maka sabar dan tetaplah beribadah kepada-Nya (tetap kembali mengingatNya). Tak ada yang perlu disesali, baik itu kenikmatan yang membuat kita bahagia ataupun ujian yang membuat kita sedih, semuanya cuma cara atau jalan yang Allaah karuniakan karena Dia ingin kita tetap bersamaNya, atau ingin kembali padaNya, banyak-banyak mengingat-Nya.
Karena, bagaimanapun juga, Allaah-lah tempat kita kembali, bagaimanapun itu. Fa firru ilallaah..
وَمِنْ رَّحْمَتِهٖ جَعَلَ لَكُمُ الَّيْلَ وَالنَّهَارَ لِتَسْكُنُوْا فِيْهِ وَلِتَبْتَغُوْا مِنْ فَضْلِهٖ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ Artinya: Dan adalah karena rahmat-Nya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, agar kamu beristirahat pada malam hari dan agar kamu mencari sebagian karunia-Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya. (Al-Qasas ayat 73)
Instagram: @another.niskala |
"Betapa aku cemburu, pada orang yang pandai menyembunyikan kebaikannya. Dunia tak melihatnya, namun surga merindukannya"
- Uwais Al Qarni -
Hidayah itu bukan sesuatu yang tiba-tiba jatuh ke dalam hati, melainkan ia hadir bagi hati yang sedang dan terus mencari.
Batusangkar, 16032024
Yang Ada Saja
"Sekecil apapun nikmat, teruslah bersyukur dengan senang hati, sebab yang kecil itupun tetap tak bisa dihitung, banyak sekali."
Sebagai manusia biasa, aku pernah mengira-ngira nikmat yang sudah Allah berikan. Menghitung sebanyak apa kasihNya dengan kacamata makhluk bumiku. Yang kemudian itu kubandingkan denga apa yang belum ada padaku, tapi ada pada orang lain.
Menimbang-nimbang nikmat, mungkin begitu sebutannya. Hingga tak jarang alih-alih membuat bersyukur, itu malah menjadikanku kufur. Bertanya kapan aku mendapat nikmat yang belum itu.
Bodohnya aku yang terus melirik rumput tetangga dan lupa merawat rumput sendiri. Hingga ulat-ulat kufur menghabisinya perlahan tanpa kusadari. Konyol memang!
Sedang diri ini sadar dengan apa yang Allah pesankan.
Dan jika kamu menghitung- hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar- benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (Qs. An-Nahl: 18)
Saking banyaknya nikmat yang sudah Allah berikan padaku, aku bahkan tidak bisa menghitungnya pasti. Padahal, sebanyak nikmat yang diterima sebanyak itu pula hisab yang harus dipertanggungjawabkan nanti 😞
Harusnya, ya harusnya. Daripada melirik nikmat yang orang lain dapatkan, aku lebih baik menyiapkan laporan apa yang akan kusampaikan nanti di persidangan. Bukankah itu yang nyata ada?
Ya, akhirnya memang lebih baik sibuk dengan yang ada saja, daripada selalu mendamba yang tidak ada dan mengira-ngira yang telah ada. 😢
Semoga Allah jaga kita untuk terus bersyukur dengan apa yang ada.
Batusangkar, 03102024
Teruntuk kita, yang sedang berdamai dengan segala keadaan, yang pernah berharap lalu dipatahkan, yang pernah berjuang lalu dikalahkan, jangan lupakan ini,
Allah Maha Baik dan hanya memberikan yang terbaik.
Entah luka sedalam apa yang kini tengah dirasakan, dan ujian seberat apapun yang sedang dihadapi, Allah tidak pernah menginginkan yang tidak baik untukmu. Semua yang diberikan Allah baik anugrah ataupun musibah, adalah yang terbaik untukmu.
Bukan berarti tak boleh ada tangis dan kesedihan. Menangislah jika dengannya dadamu kemudian menjadi lapang. Bersedihlah sebagaimana Allah titipkan rasa itu di hatimu. Tapi jangan sampai meratapi takdir yang Allah beri, apalagi menyesali.
Bersedihlah sewajarnya, sebagaimana Allah ingatkan untuk bahagia sepantasnya.
Apa yang Allah pilihkan selalu yang terbaik.
Batusangkar, 23082024