Pertemuan selalu memiliki tujuan yang baik, tapi perpisahan selalu menyisakan rindu, yang bukannya sembuh, justru selalu kambuh.
Yang tidak kamu ketahui, deraian air mata menemani disetiap malam sebelum lelapku dalam tujuh hari terakhir. Padahal, sebelum perpisahan kemarin, aku percaya diri bisa bersahabat dengan jarak, namun ternyata tidak sesederhana itu 🙂😔. (Mungkin juga) gegara hormon estrogen dan progesteron yang meningkat + hormon kortisol yang memuncak (re : mens). Tapi aku percaya, kamu akan menanyakan apakah aku baik-baik saja disetiap harinya *geer dikit. Semoga aku bisa menjadi teman ceritamu dan semoga kamu bisa mendengarkan ceritaku untuk selamanya, hingga kita selalu "ada" untuk melawan jarak.
Its okay not to be okay, ternyata itu benar.
Aku tak berani menerka, apakah hari ini kamu juga merindukanku? Kuharap iya, tapi kamu hebat, bisa menata rindu mu dengan rapi.
*sungguh kuharap setelah minggu kemarin, si melankolis ini tidak lagi seperti remahan rempeyek yang ternyata rapuh, selalu nangis dan meloww wkwkw 🤍🤍