Jika Tuhan Menghendaki Yakobus 4:13-17 . . “Jadi sekarang, hai kamu yang berkata: "Hari ini atau besok kami berangkat ke kota anu, dan di sana kami akan tinggal setahun dan berdagang serta mendapat untung", sedang kamu tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Apakah arti hidupmu? Hidupmu itu sama seperti uap yang sebentar saja kelihatan lalu lenyap. Sebenarnya kamu harus berkata: "Jika Tuhan menghendakinya,kami akan hidup dan berbuat ini dan itu." Tetapi sekarang kamu memegahkan diri dalam congkakmu, dan semua kemegahan yang demikian adalah salah. Jadi jika seorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik, tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa.” . . Yakobus melatih orang-orang percaya untuk berbicara dengan kerendahan hati saat mereka berbicara tentang rencana dan impian masa depan. . . Dia menjelaskan itu sama saja dengan memegah-megahkan diri karena kita berpikir kita memiliki kuasa dan kontrol akan masa depan dan hidup kita. . . Kita dijadikan oleh Tuhan dan untuk Tuhan. Orang-orang percaya ditebus oleh darah Yesus yang berharga, jadi Ia memiliki hak atas panggilan hidup kita. . . Bagaimana tanggapan kita terhadap hak yang dimiliki oleh Yesus terhadap hidup kita? Allah tidak memberikan Anak-Nya untuk membuat hidup kita sempurna, untuk menghilangkan semua penderitaan dan kesakitan kita, atau untuk memberikan segala yang kita mau di dalam hidup kita. . . Hidup ini seutuhnya tentang Tuhan. Pekerjaan Allah dikerjakan oleh anak-anak Allah sesuai dengan kehendak-Nya dan dengan cara-Nya. . . Kapan saja Anda tergoda untuk mencoba, mengelak, atau memanipulasi Tuhan untuk memberikan Anda hidup yang mudah, nyaman, dan bebas-stres? . . #riyansiburian #renungan #hikmat #kerendahanhati #rencanatuhan #berserah #3iman #gbipasarbaru (at Cipondoh, Indonesia) https://www.instagram.com/p/Bv7pCu7F-Gf/?utm_source=ig_tumblr_share&igshid=1m6rybfw05bqv