Beruntungnya Tuhan tak membiarkan aku jatuh pada hal yang salah
Entah apa yang terjadi jika aku terlarut dalam rasa yang membingungkan serta pada hati yang tak bisa terdeskripsi
Melalui alur takdirnya
Aku percaya bahwa tak satupun hal terjadi di dalam hidupku tanpa Tuhan tau.
Penilaian insan terhadap masa depan memang terbatas, hanya Tuhan yang mengetahui takdir ini
Oleh karena itu Tuhan,
tolong tetap jaga diriku pada hal-hal baik di masa mendatang
KJ
17.04.26 | 23:35
Mereka menanyai resolusi seperti orang kehausan,
bukan mencari air, tapi ingin dipuji botolnya.
Pertanyaan itu jembatan tipis,
menuju cerita yang ingin mereka rayakan sendiri.
Aku tak menjawab dengan apa pun yang mengkilap.
Harapanku mengalir ke arah yang tak ramai.
Aku lelah meneguk validasi,
lebih memilih doa yang tak bersuara.
Kepada siapa engkau meminta izin? Bukankah engkau tahu, bahwa dunia ini tidak peduli dengan prosesmu. Beberapa bahkan tidak mau melihatmu berproses, berusaha menggagalkanmu sebelum langkah pertamamu berhasil kamu lakukan. Mental security, adalah kondisi yang perlu engkau perkuat.
Simpan dalam benakmu, tulis dalam buku kecilmu. Genggam janji itu erat-erat bahwasannya, kamu bisa. Kamu tidak butuh mereka tahu proses, mimpi, rencana, dan sebagainya. Yang perlu kamu butuhkan adalah maju. Nekat. Lakukan!
Tahun ini, hidup saya mengalir (semoga tetap) sesuai yang Allah pinta. Tak ada resolusi tertentu yang saya tulis di akhir tahun lalu, tak benar-benar mengejar sesuatu pula. Saya hanya menghadapi apa yang bisa dihadapi, memperjuangkan yang berpotensi diperjuangkan. Random kan? Iya memang.
Saya memulai 2022 dengan menjadi musafir, ke sana ke mari mulai dari reuni Ahlan, kondangan, maupun sekadar silaturrahmi. Tak benar-benar direncanakan. Selagi ada nikmat sehat dan nikmat rezeki, saya berangkat :D. And... It was fun tho!
Saking tak banyak berencana, jadi ada segudang celah kejutan yang Allah berikan. Jogja dan segala isinya pun: pekerjaan, teman, kajian, datangnya cukup tiba-tiba. Mengejutkan! Lalu berakhir menjadi jalan hidup saya 6 bulan ke belakang. Apakah pernah saya rencanakan sebelumnya? Tidak hehe. Terpikir pun tidak.
Hidup seperti itu bisa dibilang seperti taruhan, tanpa persiapan khusus (tapi tetap ada bekalnya ya). Kita hanya butuh menyediakan ruang untuk menerima kejutan Allah. Ada hal yang saya dan teman yakini: hidup tidak se-gambling kata orang-orang. Jika sejak awal kita memilih untuk melibatkan Allah, lalu mengikhtiarkan semua yang bisa dilakukan, Allah akan berikan ending terbaik untuk jalan hidup kita. Lalu biarkan diri kita amazed dengan pilihan Allah itu. Terkadang lewat momen-momen ‘tidak jelas’ itulah, menguat keyakinan kita bahwa Allah memang Sang Mahasegala.
Tahun depan saya ingin insaf dari kerandoman :D, lalu ingin menseriusi resolusi dengan lebih terukur. Berharap dapat lebih mempersiapkan dengan sungguh-sungguh (mohon do’anya ya!). Namun tentu ada catatan bagi diri, sebuah nasihat yang lewat di Tumblr:
Kita sangat boleh, sedetil mungkin merencanakan kehidupan di masa mendatang; mengupayakan semaksimal mungkin yang kita bisa. Tapi, kita tak boleh terlalu berlebihan mengkhawatirkannya. - @isnahidayatifauziah
Karena bagaimanapun, ada keyakinan pada Allah yang perlu kita pupuk. Bahwa rencana-Nya pastilah yang paling baik. Mari tetap memberi ruang agar kejutan-kejutan Allah terasa excitement-nya. Jika ada masa rencana Allah tak selaras dengan keinginan diri, mungkin itu medan dari Allah untuk latihan manajemen kemendadakan/manajemen kejutan hehe.
Tugas kita husnudzon, bahwa kebaikan dan pertolongan Allah seringkali datang dari arah yang tak disangka-sangka. Semoga Allah tolong kita. Aamiin :)
Dan yuk lihat! Kejutan Allah apa yang menunggu kita di depan sana ^^
Gadis kecil itu duduk memandang jalanan kota dari lantai 3 sebuah perpustakaan yang dulu belum sebagus ini. Dia meraya tentang berkurangnya usia, tak menyangka dia sudah menapaki tangga kedua kepala dua pula. Banyak impian yang masih sekadar mimpi, bertambah harapan orang-orang sekeliling yang ikut serta melintasi garis impian membuatnya tampak rumit dan membingungkan. Mampukan dia menemukan jalur impiannya di tengah garis yang saling berseberangan, berhimpit, berjalan bersama, berbelok, bertolak belakang, dan akhirnya berhasil menuju jalan impiannya.
Gadis itu menghela napas panjang membaca jalan masa depannya. Dia ingin berlari, menari dengan sebebasnya, sayang itu hanya bagian dari halusinasi dan khayalannya.