Judul: Tiba Sebelum Berangkat Penulis: Faisal Oddang Penerbit: KPG Tahun Terbit: 2018 Jumlah Hal: 215 Hal Kehidupan Mapata dan Batari serta anaknya Walida berangsur tenang, sebelum Ali Baba dan anak buahnya; Sumiharjo, datang menyekap dan menyiksa Mapata. Ia dituduh dan dipaksa mengakui keterlibatannya dalam pemberontakan DI/TII 1950 di Sulawesi Selatan, padahal saat itu dia belum lahir. Setiap hari Ali Baba datang menyiksa dan menyuruh Mapata menuliskan kesaksian bahwa ia terlibat dalam pemberontakan tersebut. Dalam Tulisannya, Mapata bercerita tentang kehidupan masa kecil yang diliputi dendam kepada ibunya yang mengkhianati ayah kandungnya, kepada ayah tirinya; Sukeri yang menanamkan setan perempuan dalam dirinya, serta masa remajanya tinggal bersama Puang Matua Rusmi, seorang bissu yang telah menipunya sekaligus membawanya bertemu dengan Batari, istrinya hingga penyiksaan Ali Baba. Semakin hari Mapata diliputi kekhawatiran akan Batari dan Walida, bagaimana mereka menjalani hidup selama ia tidak ada? Ada pula keresahan Mapata akan janji kepada Walida yang belum dilunasi. Hingga suatu hari masa lalu yang ia tuangkan dalam tulisan mengungkap segalanya, bersamaan dengan hancur leburnya hidup Mapata. Apa tujuan Ali Baba menawan Mapata? Bagaimana hubungan Puang Matua Rusmi dengan Mapata, serta Ali Baba? Apa yang membuatnya dendam kepada ibu dan ayah tirinya? Bagaimana pertemuan Mapata dan Batari hingga menghadirkan Walida? Semua dijelaskan secara padat dan tuntas yang disertai kejutan pada penyelesaian konfliknya. Saya rasa, bagi pembaca yang belum tahu tentang peristiwa sejarah pemberontakan DI/TII di Sulawesi Selatan 1950 tidak perlu khawatir, karena tetap bisa mengikuti alurnya tanpa dibuat bingung. Peristiwa sejarah tersebut hanya latar belakang sebagai penghantar konflik utama. Bagi pembaca yang sudah mengetahui juga tidak akan dibuat bosan, saya seperti diajak mengintip dibalik tirai masa lalu yang tidak terekspose. Sayang masih ada 3 typo. Oh, iya usut punya usut cetakan keduanya sudah terbit loh. Penasaran? Cusss lah.. #resensibuku #resensikpg #penerbitkpg #resensimdk #mediaberkarya #kmmdk #ruangbaca #bacayuk #ayobaca #resensinovel #resensi















