"Matilah engkau mati Engkau akan lahir berkali-kali" (Laut Bercerita, 2017 : 196) . Namanya Biru Laut, merupakan salah satu dari tiga belas aktivis yang belum kembali sejak tragedi 1998. Saat itu, Biru Laut bersama kawan-kawannya tengah berusaha untuk menghentikan rezim yang telah berkuasa di Indonesia selama puluhan tahun (baca: rezim Soeharto). Sebuah fakta sejarah yang memang pernah terjadi di negeri ini. . Namanya Asmara Jati, adik perempuan dari Biru Laut. Bersama Aswin, korban penculikan tahun 1998, dan keluarga korban yang belum kembali, Asmara Jati mendirikan Komisi Orang Hilang untuk terus berusaha mencari kabar di mana mereka yang belum kembali. Jika masih hidup di mana tempat persembunyiannya, tapi jika sudah tewas di mana makam jenazahnya. Sebuah pertanyaan yang belum pernah terjawab--bahkan sampai sekarang. . Sejujurnya, membaca fiksi sejarah seperti ini membuat ritme membaca saya menjadi agak lambat. Saya mencerna dan sesekali membuka google untuk mencari tahu lebih banyak berita tentang tragedi 1998. Mulai dari nama aktivis yang masih hidup, korban yang belum kembali, sampai siapa dalang dibalik penculikan tahun 1998. Hasilnya satu kata, merinding. . Terima kasih Mbak Leila yang telah menulis tentang kisah ini, terlebih dengan nama-nama fiksi yang menenangkan telinga seperti Biru Laut, Asmara Jati, Kasih Kinanti, dan Gala Pranala. Kisah yang akan membuat mereka yang hilang sejak tragedi 1998 dan belum kembali akan lahir berkali-kali, lewat fiksi sejarah seperti ini salah satunya. . Satu hal yang masih mengusik saya, apakah Gusti Suroso nyata? Bila iya, siapakah sosok nyata dari Gusti Suroso? Pengkhianat dalam aksi perjuangan Biru Laut dan kawan-kawannya. . "Ketidaktahuan dan ketidakpastian kadang-kadang jauh lebih membunuh daripada pembunuhan." (Laut Bercerita, 2017 : 256) . #lautbercerita #leilaschudori #penerbitkpg #bookworm #bookreview














