Resensi Puisi-Penulisan Kreatif Sastra
Resensi Puisi Hampa dan Doa dalam Antologi Puisi Chairil Anwar
Judul : Aku Ini Binatang Jalang
Penulis : Chairil Anwar
Cetakan : Juli 2011
Penerbit : PT. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta
ISBN : 978-979-22-277-2
Tidak seperti puisi karya penulis lain di zamannya yang banyak berisi kritikan hingga kecaman yang ditujukan kepada penguasa, antologi puisi Chairil Anwar berisikan puisi yang kebanyakan berisi kisah pengalaman hidup dari Chairil Anwar sendiri. Chairil Annwar lebih suka menuliskan puisinya untuk menyampaikan perasaan, pengalam pribadinya hingga nasihat-nasihat kehidupan. Banyak hal Mulai dari percintaan, perenungannya tentang kehidupan, kasih saying seorang ibu, pemberontakan, individualisme, hingga kematian. Namun tidak sedikit karya Chairil Anwar yang berisi pesan akan kematian.
Salah satu puisi Chairil Anwar yang membahas mengenai nilai kehidupan adalah puisi yang berjudul hampa. Puisi ini berisikan mengenai kesepian yang dirasakan oleh penulis. Biasanya Chairil Anwar menunjukkan jiwa gagah berani dan tegas dalam setiap karyanya, namun dalam puisi ini Chairil Anwar menunjukkan kerendahan hatinya yang merasa sepi dan hampa dengan bahasa khasnya yang indah. Emosi kesedihan karena kehampaan hati tergambar dengan jelas dalam setiap bait, baris, hingga setiap diksi yang digunakannya.
Kesedihan lain dalam puisi Chairil Anwar juga tergambar jelas dalam puisinya yang berjudul Doa. Dalam puisi ini Chairil Anwar menceritakan keadaan seseorang yang tengah dilanda lemah iman, merasa tersesat, dan ingin kembali kepada Tuhan. Puisi ini mengandung unsur religi yang sangat kental dalam setiap pilihan diksi yang digunakannya. Dalam puisi tersebut, seolah Chairil Anwar sedang menggambarkan suatu renungan diri bahwa segala sesuatu mengenai kehidupan manusia tidak pernah bisa terlepaskan dari kekuasaan Tuhan.
Puisi-puisi dalam antologi ini sangat relevan nilai amanatnya, bahkan hingga saat ini dan berguna bagi kehidupan. Hanya saja karena merupakan puisi lama jadi ada beberapa gaya bahasa yang terkesan sedikit kuno. Meski demikian tetap tidak merusak makna amanat dan keindahan kebahasaan di dalamnya.













