Ini kali pertama mataku kembali penuh tangis gara-gara masalah perasaan. Sejak kejadian Kadal, tentunya.
Nyaris putus. Tapi, setiap katamu selalu mengingatkanku untuk kembali. Katamu,
"Kamu jangan pergi. Aku serius denganmu. Mamaku sudah setuju aku denganmu. Bercerita denganmu, sudah kayak aku cerita ke mamaku. Cuma mamaku yang selalu dukung aku. Juga kamu. Kamu, jangan pergi."
Matamu menangis ketika berbicara itu. Memang tak seperti itu secara rincinya. Aku hanya mengingat sebagian saja dan kuolah kembali dengan kalimatku.
Aku benar mempercayaimu. Kamu milikku, kataku. Aku pun tak ingin kamu merasa kesepian pasca ditinggal mamamu.
Kamu adalah adik saat aku ingin memanjakan seseorang. Kamu adalah kakak saat aku teledor (kamu seringkali menegurku tentang ini). Kamu adalah pendengar cerita yang baik, walau juga kadang tidak kamu tanggapi. Kamu adalah teman debat yang susah kucari.
Aku ingin katakan padamu, "Tolong jaga kepercayaanku. Sebagaimana aku menjaga kepercayaanmu padamu. Just it."