Ketika aku mampu bercerita tentang sedihku tanpa mengeluarkan airmata,
kau harus tau; sesugguhnya saat itu aku telah sembuh.

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from France
seen from United Arab Emirates
seen from United States
seen from United States

seen from Bulgaria
seen from United States

seen from Finland

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
Ketika aku mampu bercerita tentang sedihku tanpa mengeluarkan airmata,
kau harus tau; sesugguhnya saat itu aku telah sembuh.
Teruntuk Embun
Hei embun!
Pagi datang lagi, dan kau kembali.
Aku suka caramu datang menyapa; menyejukkan.
Aku suka caramu pergi; menyisakan rindu.
Aku suka caramu menyukaiku.
Aku suka caramu menatapku.
Embun tak perlu berwarna untuk membuatku jatuh.
Jatuh pada apa-apa yang membuatku menginginkannya lagi.
Perihal titiknya yang sederhana terus membuatku terkesima.
Tapi embun tau kapan ia harus pergi, kapan ia kembali.
Pertemuan denganmu mengubahku; untuk menyukai pagi.
Pagi terasa menentramkan, dengan kabut mengambang disekitar.
Pagi terasa begitu istimewa, dengan dingin bulir embun yg belum menetes.
Bagiku pagi adalah waktu terbaik untuk kita bertemu lagi.
Pun pagi adalah hal terbaik untuk aku jatuh cinta; lagi dan lagi.
Ditulis oleh: Yuni Sofyan
Aku suka carmu datang dihidupku, seperti hujanyang datang begitu tiba-tiba, meski awalnya terdengar gemuruh petir yang mebuat nyaliku ciut . Aku suka caramu menatapku, seperti hujan yang dingin namuj membuatku nyaman, yang bisa membuatku terlelap dalam sepersekian detik . Aku suka caramu berbicara padaku, seperti hujan yang jatuh di setiap senti tanah yang kering dan haus, bertubi-tubi namun halus dan lembut . Aku suka caramu memelukku, seperti tetesan hujan yang jatuh di setiap helai rambut dan tubuhku . Aku suka caramu menghiburku, seperti hujan yang mengaburkan semua bayangan gelap yang ada di sekitarku, membuat mereka tampak sama dan serupa; basah . Aku suka menghabiskan waktuku bersamamu, seperti hujan yang datang tak tau waktu, kadang membuatku bingung apakah masih pagi atau sore hari . Aku suka caramu menerimaku, seperti hujan yang membiarkan anak kecil bermain-main dibawahnya tanpa perlu melepas baju mereka. . Dan aku, sangan suka caramu menyukaiku. Seperti hujan yang melahirkan pelangi dan mengabarkannya ke semua orang yang ada, bahwa hujan tak seburuk yang mereka kira. -- YS . #rintihanhujan #hujan #akusukacaramu #sepertihujan https://www.instagram.com/p/Bzy5gVMApFZ/?igshid=l4obd99rm6tj
Tentang mereka yang mungkin tidak menyukaimu; tak apa, mereka berhak menilai. Biarkan saja. Tak peduli seberapa mereka tidak menyukaimu, kau hanya perlu menjadi dirimu sendiri. Silahkan tulis apa saja yang ingin kau tulis terlepas mereka menyukainya atau tidak. Kau tidak diminta utk menulis agar mereka menyukainya. Kau hanya perlu menulis karna kau menyukainya. Berhenti membuat orang lain terkesan dengan menyiksa dirimu sendiri. Kau berhak melakukan hal-hal yang membuatmu bahagia.
Hei Embun! Aku akan menulis tentangmu, tiap pagi, tiap kali kau kembali.
Aku sedang berusaha, berjuang dengan keras untuk tidak apa apa dan untuk baik-baik saja.
Rintihan Hujan
Aku selalu di biarkan menunggu. Tanpa sadar orang yang ku tunggu tak pernah tahu bahwa dirinya sedang ditunggu.
Rintihan Hujan
Aku rindu akan hadirnya hujan. Dan cerita-cerita dari setiap rintiknya. Aku rindu kesejukan dan aroma embun yang ditinggalkannya. Aku rindu desah angin, gemuruh petir dan keteduhan yang lama tak lagi hadir. Aku rindu berjalan di bawah rintik. Menjejakkan kaki di atas genangan air. Menggenggam percikan dingin nan sejuk yang menjuntai di dedaunan. Terbaring dan merasakan setiap cerita itu jatuh. Aku rindu saat yang ku lewati bersama hujan, bersamamu.
Rintihan Hujan