Teruntuk Embun
Hei embun!
Pagi datang lagi, dan kau kembali.
Aku suka caramu datang menyapa; menyejukkan.
Aku suka caramu pergi; menyisakan rindu.
Aku suka caramu menyukaiku.
Aku suka caramu menatapku.
Embun tak perlu berwarna untuk membuatku jatuh.
Jatuh pada apa-apa yang membuatku menginginkannya lagi.
Perihal titiknya yang sederhana terus membuatku terkesima.
Tapi embun tau kapan ia harus pergi, kapan ia kembali.
Pertemuan denganmu mengubahku; untuk menyukai pagi.
Pagi terasa menentramkan, dengan kabut mengambang disekitar.
Pagi terasa begitu istimewa, dengan dingin bulir embun yg belum menetes.
Bagiku pagi adalah waktu terbaik untuk kita bertemu lagi.
Pun pagi adalah hal terbaik untuk aku jatuh cinta; lagi dan lagi.
Ditulis oleh: Yuni Sofyan












