"KITA" Seperti pertama kalinya, Saat kita dipertemukan pada kesengajaan yg sudah lebih dulu kita rencakan, Oleh-Nya, aku pernah dgn percaya, mungkin saja kita sudah dijodohkan, Untuk itu, Padamu, Aku tidak menolak untuk berjalan kedepan, Melukis tawa diatas kesedihan, Mengukir Duka Cita diatas segala perbedaan, Kau; keyakinan yg mampu memecahkan segala keraguan. Namun, untuk kedua kalinya, Saat lagi-lagi kita dipertemukan pada kesengajaan yang kembali kita rencanakan, Oleh-Nya, aku tetap percaya walau sepertinya kita bukanlah KITA yg dijodohkan, Untuk itu, Padamu, kini aku lebih memilih untuk mundur kebelakang. Sesekali sesak mungkin akan datang secara bergantian, Sebab baginya, KITA adalah kata yg nyata, yg terlalu indah untuk ditinggal sendirian, Dan pada semua kenangan yg telah terukir erat memenuhi ruang ingatan, Bagiku kini, KITA hanyalah sebagian besar dari sebuah kalimat yg masing-masing hurufnya berserakan tak beraturan, Serupa perasaanku, saat dimana untuk pertama kalinya aku; kau tinggalkan. Kau tau ? Padamu, telah ku rasakan makna mendalam dari sebuah kehilangan. Pernah berkali-kali aku bertanya pada TUHAN; Apakah mungkin KITA; hanyalah sebuah ketetapan yg tidak benar-benar untuk saling menetap dan ditetapkan ? Apakah mungkin KITA; sebagian dari takdir-takdir kecil yang hanya cukup sampai disebuah perkenalan ? Apakah mungkin pada kehidupan, KITA hanyalah sebuah permainan dari semua rencana-rencana TUHAN ? Yg sejatinya tidak benar-benar untuk disatukan.. # Tuan, Akan selalu ada hal-hal yg tidak bisa kita paksakan, Sebab bukankah Pada kelahiran, masing² hidup sudah disuratkan ? Jadi untuk apa ku keluhkan rindu padamu secara terang-terangan ? Kini Pada-Nya ku Ikhlaskan, Untuk apapun jawaban yg akan ku dapatkan, Meskipun kelak, padamu; rasaku harus ku lepaskan, Aku percaya, Tuhan selalu punya cara untuk mendekatkan mereka yg seharusnya didekatkan dan menjauhkan mereka yg tidak seharusnya disatukan. Biarlah Rindu ini ku simpan sendirian.. Sampai benar² kita dipertemukan oleh ketidaksengajaan yg Tuhan rencakan.. Jakarta, 22 Juni 2016 Paramytha Poetry Martha, Untuknya yg ku Rindukan. #paramythapm #risalahhatiparamytha #puisi #puisicinta #poet













