Roda Berputar
Ya kadang dibawah , kadang dibawah ,kadang dibawah , sabar saja kalo rodanya kempes 👉🏻➡️ YouTube yang isinya katanya
seen from Kazakhstan
seen from United States
seen from United States
seen from Syria
seen from Niger
seen from United States
seen from China
seen from South Korea

seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States
seen from Sweden
seen from United States
seen from Malaysia
seen from China

seen from United States
seen from China
seen from Canada
seen from China
Roda Berputar
Ya kadang dibawah , kadang dibawah ,kadang dibawah , sabar saja kalo rodanya kempes 👉🏻➡️ YouTube yang isinya katanya
Roda Berputar
Dalam percakapan, baik di dunia nyata maupun dalam sebuah grup media sosial, umum kita jumpai pembahasan tentang sesuatu baik untuk mencari solusi, atau sekedar menyampaikan wawasan baru dan sebagainya. Maka terjadilah yang kita kenal sebagai “diskusi”.
Entahlah, saya merasa lebih baik jika menggunakan kata “diskusi” dibanding “perdebatan”. Kenapa? Karena diskusi identik dengan mencari solusi dan dan kebenaran, namun perdebatan identik dengan perselisihan. Sejatinya, berselisih itu tidak masalah. Berselisih hanya menunjukkan kalau kita saling berbeda dan memang itu adanya. Sejak zaman nabi Adam punya anak, manusia sudah berselisih. Yang kemudian menjadi masalah ketika perselisihan ini dimaknai sebagai permusuhan. Berselisih bukan alasan untuk bermusuhan. Jika oknum X dan Y berselisih faham dan oknum X dan Z sependapat maka dianggap X dan Y bermusuhan serta X an Z berteman. Bagi saya, itu kesimpulan yang begitu sempit.
Hanya karena kita tidak sependapat, tidak berarti kita boleh membenci atau bahkan menganggap yang lain musuh. Isi kepala kita adalah ciptaan Tuhan yang tidak boleh kita cela karena semua ciptaan Tuhan adalah sempurna.
Yang perlu dilakukan adalah menjalankan “roda berputar” ini, yaitu:
1. Bagi yang tahu memberi tahu. Yang bisa mengajar.
2. Bagi belum tahu mendengarkan. Yang belum bisa belajar.
3. Kalau sudah sama-sama tahu dan sama-sama bisa maka saling mendaras agar semakin tahu dan bisa.
Kehidupan itu seperti bola. Bola itu bundar, bundar itu menggelinding, menggelinding itu kadang berada diatas dan terkadang dibawah. Jadi, kehidupan itu berputar, dinamis, tidak selalu sama. Tapi yang penting, syukuri setiap detiknya, nikmati setiap prosesnya, simpan setiap memorinya, dan ingat baik2 setiap pembelajarannya. :')