Fenomenalnya Teka-teki Matematika ini
Gue gak nyangka kalau ternyata teka-teki matematika ini fenomenal banget, ya, di masyarakat kita. Cukup sering, semenjak pertama gue denger nih teka-teki (sekitar tiga tahun lalu), gue ketemu sama orang-orang yang kebingungan sama teka-teki ini. “Iya ya, kok bisa begitu ya?” begitu rata-rata responsnya. Malah sampe ada yang kekeuh kebingungan meski udah gue coba jelasin. Yang lebih bikin gue heran, teka-teki ini jadi tulisan yang paling hits di blog pribadi gue. Gue, dalam hati: “Laaah, hebat amat ya yang buat teka-teki ini, bisa bikin banyak orang kebingungan.”
Jujur aja, awalnya gue juga sempet bingung sama nih teka-teki. Tapi gue gak biarin tuh teka-teki berlama-lama ngehantuin pikiran gue. Begitu denger teka-teki ini dari teman, gue langsung mikir keras. Tapi, emang gak cukup, sih, hanya dengan berpikir. Akhirnya, gue coba bikin alurnya (ternyata bisa juga ngambil hikmah dari belajar flow chart waktu kuliah untuk urusan beginian hihihi). Alhamdulillah, barulah dari situ gue dan teman gue itu nemu pencerahan. Gak lama setelahnya, gue coba tuangin hal itu ke blog gue. Hasilnya, kayak yang tadi gue bilang, ternyata jadi nge-hits. Gue rasa emang masih banyak yang belum tau jawabannya, sih, makanya jadi nge-hits. Berarti nih teka-teki emang fenomenal, kan? By the way, temen-temen Tumblr udah pada tau belum teka-tekinya? Kalau belum, silakan disimak di bawah ya. Untuk jawaban dan penjelasannya, temen-temen bisa klik di sini.
_______________________________________
Si A sedang ingin membeli sepasang sepatu seharga Rp100.000 tapi gak punya uang sepeser pun. Ia kemudian menghubungi temannya (si B) untuk meminjam uang senilai harga sepatu tersebut. Singkat cerita, si B hanya menyanggupi sebesar Rp50.000 dan sisanya diperoleh dari si C. Setelah uang terkumpul, si A pun langsung pergi ke toko dimana sepatu itu dijual dan sesampainya di sana, ternyata sepatu yang ia inginkan itu masih bisa dinegosiasikan harganya. Ia pun berhasil mendapatkan sepatu tersebut dengan harga Rp97.000. Lalu uang kembaliannya, yang sebesar Rp3.000 itu, disisihkan Rp2.000 oleh si A untuk mencicil utangnya kepada si B dan si C, masing-masing Rp1.000. Dengan begitu, uang yang ada pada si A sekarang cuma bersisa Rp1.000. Supaya lebih jelas, lihat rangkaian di bawah, ya.
Dengan cicilan yang sudah dibayarkan tersebut, utang si A kepada si B dan si C berkurang, masing-masing menjadi Rp49.000 (Rp50.000 – Rp1.000). Artinya, total utang si A saat ini menjadi Rp98.000 (Rp49.000 x 2). Nah, kalau total utang ini ditambahkan dengan sisa uang si A yang senilai Rp1.000 tadi (lihat uraian di atas) maka akumulasinya menjadi Rp99.000 (Rp98.000 + Rp1.000), ini lho yang dipertanyakan: kok nilainya gak sama dengan total utang awal yang sebesar Rp100.000? Kemana yang Rp1.000-nya?
_______________________________________