Kolaborasi Nan Epik UTBBYS feat Jeruji feat Choir
Tampaknya nama UNDER THE BIG BRIGHT YELLOW SUN atau yang lebih dikenal dengan akronim UTBBYS, semakin hari semakin bergema. Bagaimana tidak, jadwal manggung yang terbilang cukup padat di beberapa daerah terutama di wilayah pulau Jawa. Usai bermain di acara Road To Soundrenaline Cianjur, mereka pun diundang kembali bermain di acara yang sama di Bandung.
Banyak pihak yang mulai melirik band pengusung genre post-rock asal Bandung ini, seperti halnya Arian vokalis dari band Seringai yang menjadi pengisi acara juga pada malam itu. Dirinya menyebutkan UTBBYS dalam live story akun instagram pribadinya, sontak membuat lima personil band; Komeng, Koi, Didi, Ezza, dan Ranyay terharu sembari mengucap syukur.
Saya pribadi pun termasuk fans yang selalu menunggu live perform UTBBYS, karena disetiap aksi panggung mereka pasti selalu ada yang berbeda. Selalu ada kesan yang dalam di setiap aksi panggungnya. Sangat layak untuk dinantikan!
Kerinduan para fans mungkin terobati saat UTBBYS masuk dalam list pengisi acara Road To Soundrenaline 2017 yang bertempat di lapangan PPI Bandung beberapa waktu lalu. Band post-rock ini menampilkan kolaborasi bersama band hardcore kota kembang JERUJI, dan paduan suara.
Kebetulan saya ada di barisan penonton, menikmati setiap detik penampilan mereka, dan mendengar beberapa celetukan seperti, “Eweuh nu nyanyian euy?” (gak ada yang nyanyi nih?), atau “Wah! Aya paduan suara, kumaha jadina nya?” (wah! Ada paduan suara, gimana jadinya ya?). Sekaligus saya pun merasakan antusiasme dan energi dari para penonton yang memenuhi lapangan PPI Bandung.
Tampil memukau dengan membawakan total enam lagu; Good Morning Sunshine, Bright Light, In Hope I Die, Threshold, Ironic, dan Bertahan. Tiga lagu pertama berhasil menarik perhatian dan membungkam penonton malam itu. Sorak dan gemuruh riuh penonton terdengar ketika lagu “Threshold” selesai dimainkan, namun kharisma dari lagu ini seperti bersembunyi, karena mungkin lagu ini biasa dibawakan sebagai encore.
Tiba saat delapan orang dari tim paduan suara dengan kostum serba hitamnya menaiki panggung, membuat penonton penasaran. Lagu “Ironic” pun dikumandangkan, membuat saya merinding. Sontak riuh gemuruh penonton terdengar seusainya. Lagu yang biasa dibawakan ini menjadi lebih epik dengan vokal milik Dwi Yudhaswara, Oscar Lolang, Jon Kastela, Regina Sapoetri Parinsi, Fitria Oktaviani, Saron Sakina, Zulqi Lael Ramadhana, dan Srikandi Herbatari.
Kemeriahan penonton semakin menjadi-jadi ketika Sani Harjasyah atau yang dikenal dengan panggilan “Abah Sani” drumer dari Jeruji memasuki panggung, dan beradu aksi menabuh drum bersama Koi (drumer UTBBYS) lewat lagu “Bertahan” milik Jeruji.
Permainan double drum antara koi dan Abah Sani, membuat saya yang berdiri di deretan penonton degdegan. Belum lagi paduan suara dan orasi dari Ginan Koesmayadi yang membakar adrenalin penonton yang memadati lapangan PPI, Bandung.
Penampilan UTBBYS yang ciamik pun tidak terlepas dari campur tangan roadies; Adun (sound engineer), Zamzam (lighting), dan di bagian panggung ada Bob, Ako, Uhet, Utok, Ochim dan Pak Loeloe, serta dokumentasi oleh Rangga dan Hanif yang dipimpin oleh sang manager sendiri, Udjie.
Malam itu pasti menjadi malam yang tak terlupakan terutama bagi mereka yang baru melihat penampilan dan mendengar nama UTBBYS. Begitupun bagi mereka yang sudah cukup lama mengenal band post-rock kota kembang ini, pasti akan terus menerka-nerka penampilan seperti apa lagi yang akan mereka suguhkan pada aksi panggung berikutnya. Mari kita nantikan! (-fifin)
seluruh foto dalam tulisan ini hasil jepretan Rangga
foto Ginan Koesmayadi oleh Aditya Sumitra
foto selfie pemain setelah tampil oleh Hanif