Rumah Mbah
Ah ndak banyak yang ingin kuceritakan malam ini, hari ini lebih banyak kuhabiskan dengan bercerita, bercengkrama, menghabiskan waktu bersama mbah, bulek, om, dan sepupu-sepupuku disini. Besok sudah pulang, tak ada lagi pemandangan mbah sibuk buat teh di pagi-pagi buta, suara melengking "ah mbak ini kejam'e pol lho" ala adik sepupuku ketika sedang kuledek. Tak terdengar juga suara tokek di dapur belakang rumah, yang sering sekali ditanggapi dengan teka-teki sugih mlarat khas bulekku. Yang jelas, besok kembali menghirup polusi. Eh? Lalu, apa yang aneh dari perpisahan? Bukankah itu terjadi berulang dalam setiap kisah kehidupan? Ah kalau kuteruskan, ini akan panjang. Sekian saja. Kedungsono - Bulusulur, 6 Januari 2020











