Penyair Kehilangan Ide yang Menjadi Ide Penyair Lain
Dia merangkai sepinya menjadi puisi. Tangannya menggoreskan pena pada buku catatan saat tetangganya tidur. Dia akrab dengan kesendirian dan curahan kata dalam sajaknya.
Hingga suatu malam, aksara meninggalkannya. Dia menjadi benar-benar sendiri. Tangannya lupa bagaimana cara menulis. Bukunya terlelap karena lelah menunggu dicoret.
Akhirnya, dia dirangkai menjadi puisi.
Jakarta 4 April 2017 23.20 UTC +7












