Harapan dan kesiapan
Setiap pagi selalu berakhir dengan terbenamnya senjakala, begitu pula setiap yang telah lalu pasti memiliki pesannya masing-masing. Ada yang baik untuk dikenang dan dilanjutkan, ada pula yang hanya untuk diambil pelajaran dan nasihat.
Belajarlah dari para pendahulu, jangan sungkan untuk sekedar bertanya maupun meminta petuah. Secangkir kopi di sore hari sudah cukup untuk membuka jendela masa lalu, berbincang hangat dan mendengarkan kisah-kisah heroik mereka. Kini kau pun sudah siap untuk melangkah ke depan dengan nasihat-nasihat kebaikan.
Setiap hatimu menerima dia yang datang, maka sudah seharusnya kau lebih siap jika harus berpisah dengannya. Tentu kau tahu bahwa kehidupan akan berpasangan dengan kematian dan pertemuan nantinya akan berakhir dengan perpisahan.
Mari meluaskan hati untuk setiap kebahagiaan dan kesedihan yang datang silih berganti.
Tidak ada yang kekal abadi dari memiliki rasa benci, tidak ada yang terhindar dari manisnya iri dan dengki. Manusia sudah sepantasnya seperti itu. Latihlah hatimu untuk lebih sabar, menerima setiap pemberian dengan syukur dan hati yang lapang.
Meminta maaf dan memaafkan adalah pilihan yang harus kamu ambil, sebaik-baik dirimu adalah yang mampu mengesampingkan ego dan kembali berjabat tangan. Tidak perlu membuat semua orang menyukai ataupun berbaik hati padamu. Biarkan saja semua dengan perannya masing-masing.
Berangkatlah karena kapalmu kini telah siap. Berlayarlah karena setiap pagi akan mengajarkanmu ikhtiar tanpa henti, dan senja akan membuatmu bersyukur karena telah hidup di hari ini.
Semoga Ia meluaskan hatimu.
Yogyakarta, 24/01/21










