Hari-hari berlalu melesat bagai anak panah Tapi sayang ternyata kiraku meleset dia tak secepat itu Rasanya baru kemarin aku melepaskan Rasanya baru sehari aku sendirian Rasanya baru tadi aku memutuskan Ah rasa-rasanya ini bagai mimpi buruk semalam
Ternyata hari tak bergerak secepat itu Ternyata aku masih di kota ini Ternyata memang belum lama semenjak kisah itu berakhir Ternyata masih ada getaran akibat kasih yang tlah pupus itu Ternyata masih menyimpan sepotong rasa
Ataukah aku yang terlalu asyik menikmati kesedihan itu sendiri Ataukah aku yang terlalu lama merenungi cinta yang tlah usang Ataukah aku yang terlalu memaksa menutup hati untuk seseorang yang entah siapa Ataukah aku yang terlalu angkuh untuk memandang cinta yang baru
Sejenak sadarku tertampar oleh lantunan kata dua orang teman Mengumandangkan berbagai kemungkinan Mungkin saja, bisa saja ada yang bisa mengganti cinta yang tlah usang itu
Apakah kau siap, hati? Belum, kurasa belum Terlalu cepat untuk berganti debaran lagu ini Aku masih ingin meresapinya sampai habis Lagu tentangku dan dia yang tak lagi berbagi
Apakah kau siap, tangan? Belum, kurasa belum Genggamannya saja masih terasa hangat disini Bagaimana mungkin ku biarkan hilang tersapu dingin tangan asing?
Apakah kau siap, kaki? Belum, kurasa belum Irama langkahku masih mengikuti jejaknya Tidak semudah itu mengubah ritmeku
Apakah kau siap, telinga? Belum, kurasa belum Ucapan cintanya saja masih terngiang jelas Bagaimana bisa aku mendengar suara lain dari kejauhan?
Apakah kau siap, jiwa? Belum, kurasa belum Tapi entahlah, aku sedang terguncang Perpisahan itu terlalu cepat, lebih cepat dari pertemuan











