LESS IS MORE - Belajar dari Lebah Part 3
Pernahkah kalian berfikir mengapa sela-sela dalam sarang lebah selalu berbentuk heksagon? Para lebah sangat mengutamakan efisiensi ruang, yakni ruang secukupnya yang bisa memuat semua kebutuhannya. Apalagi kalau lebah membuat sarangnya dari lilin hasil produksi tubuhnya sendiri.
Lebah harus mengonsumsi madu seberat 8 oz hanya untuk menghasilkan lilin seberat 1 oz. Maka untuk mengatasi itu, hewan mungil ini harus mendesain sebuah sarang yang bisa menyimpan stok makanan sebanyak-banyaknya dengan lilin sekurang-kurangnya.
Desain sarangnya harus berupa ruang-ruang yang saling melekat, tidak boleh bercelah. Selain itu, setiap ruang mempunyai luas maximal dengan keliling minimal. Itulah cara kerja lebah. Menghasilkan keluasan dengan sumber daya sehemat mungkin.
Bagaimana dengan manusia? Jika manusia berhenti memboros uang, maka ia akan menyisakan banyak uang untuk amal jariah. Jika manusia bisa menghemat perabot rumah berdasarkan prioritas, maka rumah menjadi leluasa untuk melakukan banyak aktivitas. Jika anak dan cucu kita diajak untuk menuntut ilmu satu per satu dengan landasan adab, maka terciptakan generasi manusia yang cemerlang. Tidak seperti sekarang, saat sistem pendidikan menyodorkan belasan mata pelajaran kepada para siswa. Setelah 12 tahun sekolah, ternyata masih banyak lulusan SMA yang belum pandai membuat karya tulis orisinal
يٰبَنِيْٓ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَاشْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْاۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh Allah tidak menyukai orang- orang yang berlebihan [Al-Araf ayat 31]









