Figura, Rasa & Kepalsuan
Hei apa kabar? tidak, aku tidak sedang bertanya padamu. Tapi pada hatiku yang merasa ada bongkah yang hilang. Katamu kamu sudah bebas sebaliknya aku yang tengah terjerat. Himpit demi himpit semakin sempit. Aku sempat bertanya, apakah aku sedang merindu? Namun tanya itu ditepis tanya Pada siapa? Jiwa ini tak terfigura. Rasa ini masih bebas tak bertuan. Hei apa kabar? Tanyaku kini padamu. Senyummu menjawab segalanya. Kamu baik baik saja, lebih baik malah. Sedang aku Terkurung kepalsuan. Merasa cukup namun sebenarnya kurang. Entah apa lagi yang aku cari. Tentang apa aku sedang menekur? Hidup? rasanya tak perlu diukur Mati? itu hal yang tak bisa diundur dan diulur. Lalu apa? Haruskan aku terpigura, haruskah rasaku tertambat, haruskah kepalsuan aku buat? Hai kamu apa kabar. Tanya ini tak berarti lagi untukku atau untukmu.










