Muhasabah untuk Bernadya
Wahai, Dik Bernadya dan Para Pendengarnya.
Begini, mantan-mantan kekasih kalian bisa jadi memang secepat itu untuk melanjutkan hidupnya. Bukannya apa-apa, tapi hidup sudah kepalang mumet jadi sekalian saja trabas los gak rewel.
Lagipula jika setelah satu bulan aromamu masih nempel saja di bajunya, itu artinya dia jarang cuci baju. Layak dicurigai dia tidak higienis atau keliwat hemat air saja. Dia saja masih bisa senyum lepas dengan kondisi baju se-kemproh itu, tidak perlulah digalaukan hingga hampir gila.
Wes to, diikhlaskan saja. Nggak cape apa harus ngalami ribuan debat panjang dan menangani luapan emosi berupa tangis dalam pelukannya? They let go, so you should too.
Apa lagi hanya karena nggak diucapkan ketika kamu ulang tahun. Santai wae, Kanjeng Nabi saja hari kelahirannya tidak semua merayakan, apalah arti hari ulang tahun kita ini? Ingat, merayakan ulang tahun itu bukan budaya kita. Budaya kita itu korupsi dan tidak mau ngaku salah.
Nggak masalah kalau di sana sudah ada yang lain yang mengkhawatirkan kesehatannya, atau mengisi waktu-waktunya dengan cerita receh nan tak perlu.
Nggak masalah pula kalau sudah ada yang lain yang menghangatkan jok mobil sebelah kirinya atau jok motor belakangnya. Semua orang layak untuk dicintai (baik secara sederhana atau ugal-ugalan) meskipun kita tidak suka dan bahkan terluka.
Tidak perlulah kita melarang siapapun untuk move on secepat mungkin, menemukan pengganti kita meski belum genap satu bulan berlalu. Lagipula ente ini siapa kok mau ngatur hidup orang? Ketentuan Tuhan aja dilanggar kok.
Ingat ya, Saudara-Saudari: Hidup yang berat tidak menjustifikasi kamu untuk ngatur-ngatur hidup orang!















