UKHTI Panggilan dalam bahasa arab yang bermakna saudara perempuanku, baik sedarah atau pun tidak. Itu yang ku pahami secara bahasa. Tapi, ukhti kali ini berbeda. Ukhti seiman. Ketika kau mulai berhijrah atau kau mulai bertemu atau berteman dengan sekumpulan orang-orang yang aktif dalam lembaga dakwah, maka "Ukhti" akan jadi panggilan untukmu. "Ukh...ukh..", "Ukhti dari mana?" , "ukhti mau cari siapa?", "ukhti apa kabarnya?" Itu koq kalimat tanya semua ya..hehe. jangan heran, karena awalnya memang asing di telinga, tapi lama-lama akan terbiasa. Ala bisa karena biasa 😉. Tapi, tak sedikit pula dari teman-teman memanggil saya ukhti, segera di ralat "tolong panggil Ri saja ya." Jangan ditiru ya 😅 heheh. Ini dikarenakan masih terasa asing di telinga saya dan merasa, yah..saya belum sebenarnya menjadi ukhti. Karena ukhti, bukan sekedar bahasa atau panggilan, bukan hanya karena kau berada di lingkaran dakwah. Tapi ukhti kali ini karena iman, ukhti yang yang lisannya tak lepas melantunkan doa untukmu, selalu memperhatikanmu dari kejauhan, yang saat kau sakit dia berucap 'syafakillah', saat kau sedih dia berucap "la tahzan innallaha ma'ana", saat kau merasa bahagia dia berkata "alhamdulillah, barakallah", mengingatkan dan menasihati mu dengan halus dalam kebaikan, selalu menjadi tempat berdiskusi bukan menjadi tempat utk mencari dukungan dan selalu berusaha mendekatkanmu dengan Allah ta'ala. Wallahu a'lam. Ukhti, semoga selalu mengajarkan dalam kebaikan dan ketaatan kepada Allah. @30haribercerita #30haribercerita #30hbc1801 #ukhti #saudaraseiman #dakwahvisual #dakwahsocmed #muslimah #muslimahindonesiaid #belajarnulis (di Mempawah, Kalimantan Barat, Indonesia)