JAGA LEMAHMU, WANGUN BUDAYAMU. Kabarkan kepada semua kawan: AWAS BAHAYA LATEN GANTI RUGI! Karena iming-iming pertumbuhan ekonomi (yang tentunya bukan bagi ekonomi rakyat) dari pemerintah yang bekerjasama dengan investor, orang berpikir dapat menjadi kaya dan makmur dengan melepas hak milik atas tanahnya dengan harga tinggi, dengan harapan dapat dijadikan modal usaha. Padahal harga tanah-tanah lainnya juga semakin tinggi dengan adanya pasar tanah, begitu juga harga barang kebutuhan sehari-hari yang semakin mahal. Semuanya tidak cukup dibeli oleh uang ganti rugi. Ganti pekerjaan menjadi pedagang atau pekerja perusahaan juga tidak mudah (karena harus memenuhi usia produktif kerja dan standar profesional). Petani yang tadinya mandiri, bahkan dalam sekeluarga pun bisa ikut menanam dan produktif, baik di lahan pertanian maupun kebun rumah, jadi harus serba beli untuk kebutuhan sehari-hari. SERAT SABDO JATI (RONGGO WARSITO) berbunyi: "Lakonanan klawan sabaraning kalbu Lamun obah niniwasi Kasusupan setan gundhul Ambebidung nggawa kendhi Isine rupiah kethon" "Segalanya itu harus dijalankan dengan penuh kesabaran. Sebab jika bergeser (dari hidup yang penuh kebajikan) akan menderita kehancuran. Kemasukan setan gundul, yang menggoda membawa kendi berisi uang banyak" *Diambil dari buletin "Wong Tani" oleh Lingkar Studi Jogja Istimewa yang dibagikan pada hajatan Harlah 11 Tahun PPLP-KP tempo lalu. #JogjaDaruratAgraria #AwasBahayaLatenGantiRugi #SavePetani #PPLPKP11Tahun