SHARING GAGAL BATCH 1 DAN LOLOS BATCH 2 LPDP 2016
Pos ini dibuat setelah teman-teman dan kerabat yang bertanya Tips&Trik Lolos Seleksi dan Wawancara LPDP. To be honest, berdasarkan hasil dengar dari peserta lain dan pengalaman yang saya lalui semua memiliki banyak sisi penilaian dan faktor yang menjadi hasil akhir seluruh sesi ini.
Saya akan bercerita sedikit diawal, saya telah mendaftar 2 kali LPDP sesuai dengan kesempatan perindividu yang hanya memiliki dua kali kesempatan seumur hidup untuk mendaftar dan diterima beasiswa ini. Ini berarti saya sempat belum lolos dalam batch 1. Lantas menyerahkah saya? Apakah saya merasa ini sebuah kegagalan atau akhir dari segalanya? Not at all. Bagi saya sejak dulu, hidup adalah sebuah perjalanan dan pembelajaran, dimanapun kita berada dan bagaimanapun keadaannya adalah sebuah pembelajaran dan juga pengalaman untuk kita, demikian halnya dengan belum lolosnya saya di batch 1 ini.
LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan) merupakan pengelola beasiswa dibawah Kementerian Keuangan dengan pengawasan Kementerian Keuangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Kementerian Agama Republik Indonesia. Layanan beasiswa ini diperuntukkan bagi putra-putri Indonesia melalui Beasiswa Pendidikan Indonesia (BPI) atau yang lebih dikenal dengan Beasiswa LPDP. Tujuannya adalah untuk mencetak pemimpin Indonesia di masa depan.
Apa saja jenis beasiswa LPDP?
BPI terdiri dari Beasiswa Magister dan Doktoral, Beasiswa Tesis dan Disertasi, Beasiswa Afirmasi, Beasiswa Pendidikan Dokter Spesialis dan Presidential Scholarship. Beasiswa Afirmasi terbagi atas 3 kategori (alumni Bidik Misi, Miskin Berprestasi dan Daerah 3T).
Siapa yang dapat mendaftar?
Untuk melanjutkan pendidikan S2, S3 dan Thesis.
Kapan seleksi Beasiswa LPDP dibuka?
Beasiswa LPDP dibuka sepanjang tahun selama 4 kali.
Saya daftar LPDP jalur apa?
Apa saja persyaratan beasiswa LPDP sesuai jalur saya?
a) Warga Negara Indonesia.
b) Telah menyelesaikan studi program sarjana atau program magister dari:
1) Perguruan tinggi dalam negeri yang telah terakreditasi oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT); atau
2) Perguruan tinggi kedinasan dalam negeri; atau
3) Perguruan tinggi luar negeri yang telah terdaftar pada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia.
c) Memiliki karakter kepemimpinan, profesionalisme, nasionalisme, patriotisme, integritas, memiliki kepercayaan diri, kegigihan, kemandirian;
d) Berpartisipasi dalam kegiatan sosial kemasyarakatan/keilmuan/inovasi/kreasi/budaya;
e) Bersedia menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa pelamar:
1) Setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia;
2) Selalu mengabdi untuk kepentingan bangsa Indonesia;
3) Bersedia kembali ke Indonesia setelah selesai studi;
4) Bersedia kembali ke daerah asal;
5) Tidak sedang menerima/akan menerima beasiswa dari sumber lain;
6) Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar hukum, atau mengikuti organisasi yang bertentangan dengan ideologi Pancasila;
7) Tidak terlibat dalam aktivitas/tindakan yang melanggar kode etik akademik;
8) Sanggup memenuhi ketentuan beasiswa yang ditetapkan LPDP; dan
9) Menyampaikan data dan dokumen yang benar, sesuai aslinya. Apabila ternyata tidak sah, bersedia menerima sanksi hukum yang berlaku dan dimasukkan ke dalam daftar hitam (backlist) pendaftar LPDP.
f) Telah mendapatkan ijin dari atasan bagi yang sedang bekerja;
g) Berbadan sehat dan bebas narkoba (untuk semua pelamar). Untuk tujuan ke luar negeri ditambah dengan bebas TBC yang dinyatakan oleh dokter dari Rumah Sakit Pemerintah;
h) Telah mendapatkan rekomendasi dari tokoh masyarakat bagi yang belum/tidak sedang bekerja, atau rekomendasi dari atasan bagi yang sedang bekerja;
i) Memiliki dan memilih bidang keilmuan yang sesuai dengan bidang keilmuan yang menjadi sasaran LPDP;
j) Memilih program studi dan perguruan tinggi yang sesuai dengan ketentuan LPDP;
k) Menulis essay (500 sampai 700 kata) dengan tema: “Kontribusiku Bagi Indonesia: kontribusi yang telah, sedang dan akan saya lakukan untuk masyarakat/lembaga/ instansi/profesi komunitas saya” dan “Sukses Terbesar dalam Hidupku”;
l) Apabila terdapat pemalsuan data dan/ atau dokumen maka pendaftar dinyatakan gugur dan tidak berhak mendaftar lagi di LPDP;
m) Menyerahkan Surat Kelakuan Baik/ Suat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) yang dibawa pada waktu tes wawancara;
n) Bersedia membuat dan mengirimkan laporan perkembangan studi setiap semester dan dikirim setiap akhir semester;
o) Peserta hanya diijinkan mendaftar 1 (satu) kali dalam satu tahun.
Beasiswa Afirmasi bagi alumni penerima Bidikmisi/kelompok masyarakat berprestasi dari keluarga miskin yang memiliki IPK Minimal 3,50 yaitu:
1) Tidak mampu secara ekonomi, dengan kriteria orang tua dan/atau suami/istri memiliki penghasilan kotor keluarga sebesar-besarnya Rp.3.000.000,00 (tiga juta rupiah) dan apabila dibagi dengan jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp.750.000,00 (tujuh ratus lima puluh ribu rupiah) per bulan, dibuktikan dengan:
a. Kartu Keluarga yang terbaru;
b. Surat Keterangan Tidak Mampu dari kelurahan;
c. Slip gaji atau surat keterangan penghasilan orang tua dan suami/istri bagi yang sudah menikah;
d. Rekening listrik 3 (tiga) bulan terakhir, bagi yang menggunakan listrik pra bayar dibuktikan dengan membuat surat pernyataan terkait besaran biaya rata–rata penggunaan listrik 3 (tiga) bulan terakhir yang ditandatangani di atas materai 6000.
2) Usia maksimum pelamar pada 31 Desember di tahun pendaftaran adalah 35 (tiga puluh lima) tahun;
3) Telah menyelesaikan studi pada program sarjana/sarjana terapan dan tidak berlaku bagi mereka yang telah menyelesaikan program magister baik dalam maupun luar negeri;
4) Mendaftar pada program beasiswa ini dilakukan maksimal 3 (tiga tahun) sejak dinyatakan lulus dari Perguruan Tinggi;
5) Letter of Acceptance (LoA) Unconditional dari perguruan tinggi yang ada dalam daftar LPDP;
6) Jika tidak memiliki LoA (c), pendaftar wajib memiiki Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimum 3,50 pada skala 4 dan memiliki dokumen resmi bukti penguasaan bahasa Inggris yang diterbitkan oleh ETS (www.ets.org) atau IELTS (www.ielts.org) yang masih berlaku atau bahasa asing lainnya yang ditentukan LPDP:
a. Untuk studi program magister di dalam negeri dan luar negeri, skor minimal: TOEFL ITP® 400;
b. Butir a) dikecualikan bagi mereka yang menyelesaikan pendidikan tinggi yang menggunakan bahasa pengantar akademik bahasa Inggris atau bahasa internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Duplikat ijasah digunakan sebagai pengganti persyaratan TOEFL, dengan masa berlaku 2 (dua) tahun sejak ijasah diterbitkan;
c. Untuk studi program magister di luar negeri pada perguruan tinggi yang bahasa pengantar akademiknya non-bahasa Inggris atau bahasa internasional yang diakui oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dapat menyesuaikan dengan persyaratan kemampuan bahasa yang berlaku (daftar persyaratan minimal kompetensi bahasa asing selain bahasa Inggris terlampir).
7) Perkuliahan (intake) dimulai paling cepat 6 (enam) bulan setelah penutupan pendaftaran di setiap periode seleksi;
8) Sanggup menyelesaikan program magister sesuai masa studi yang berlaku, paling lama 2 (dua) tahun;
9) Memiliki dokumen resmi TPA/GRE/GMAT/LSAT (jika ada);
10) Menulis rencana studi sesuai program studi magister pada perguruan tinggi tujuan;
11) Dimungkinkan bagi mereka yang ingin melanjutkan ke jenjang doktoral tanpa program magister/magister terapan.
Saya lulus pada bulan Agustus 2015 lalu saya mendaftar pertama di batch 1 pada bulan Januari 2016. Di batch ini ada beberapa perbedaan persyaratan dibandingkan tahun lalu, mulai dari
1) perubahan kuota LN (Luar Negeri) yang dikurangi dan DN (Dalam Negeri) ditambah juga diprioritaskan, jika tidak salah memiliki perbandingan 40:60, dibalik dari tahun sebelumnya,
2) untuk LN diperbolehkan menulis essay dalam bahasa Inggris dan Indonesia,
3) wajib menggunakan bahasa inggris dalam sesi Essay on the Spot, Wawancara dan LGD.
Alhamduillah saya lolos seleksi administrasi untuk batch 1 kali ini, namun jujur saya sedikit nervous untuk menindaklanjuti aplikasi saya dengan tujuan studi ke LN tepatnya Lund University, Swedia, alasan saya masih sedikit ragu adalah hati saya mengatakan berat untuk melanjutkan keinginan tersebut dan ada beberapa alasan yang tidak bisa saya sebutkan.
Sedikit cerita, saya asli Lampung, Sumatera, jadi harus bolak-balik mengurus beberapa persyaratan yang hanya dapat dikeluarkan oleh pemerintahan dimana saya berasal. Perjuangan dari tingkat Kelurahan, Kapolsek dan juga Kapolda yang berjarak 5-6 jam perjalanan dengan mobil dari rumah, sangat maklum sekali jarak yang jauh dari satu tempat ke tempat lain akan mudah ditemui di daerah Sumatera, mengingat transportasi yang belum memadai ditambah dengan jalan yang berlubang disana-sini, tapi Alhamdulillah itu semua tidak menyurutkan langkah untuk mendaftar beasiswa dan meraih pendidikan lebih tinggi.
APA SAJA YANG MEMBUAT LOLOS ADMINISTRASI?
Pertama, tentu saja sebenarnya tidak ada yang pernah tahu -secara umum beasiswa- hal utama yang menentukan seorang pelamar lolos adalah “MENDAFTAR” bayangkan jika kita tidak pernah mendaftar, bergerak dan mau mencoba, tentu kita tidak akan pernah tahu hasilnya.
Kenapa saya membahas hal tersebut, mungkin teman-teman sekalian juga mengalami kejadian serupa, saya memiliki seorang kawan yang menurut penilaian saya sangatlah baik dalam pemahaman ilmu dan kontribusi. Apalagi semangatnya untuk selalu belajar serta bermanfaat bagi orang lain. Namun, ia merasa tidak kompeten dan tidak mendaftar beasiswa, sampai saat ini masih mencoba menemukan hal lain. Mungkin sangat disayangkan, namun jujur saya sangat menghargai setiap keinginan dan cita-cita sseeorang, apapun yang dilakukan selama baik saya akan selalu mendukungnya, ditambah satu hari lalu saya mendapatkan sebuah quote dari seorang penyandang difable, ia mengatakan “Haruskah aku berkaki untuk berkontribusi dan mengharumkan negara ini?” Makna yang dalam tersebut memberikan pemahan kepada saya untuk bermanfaat dan berguna bagi orang lain ataupun bangsa ini tidak harus menunggu sempurna atau sesuai apa yang orang nilai, akan tetapi dari kita bisa belajar bersyukur memanfaatkan segala sesuatu yang kita punya dan bisa lakukan.
Hal kedua yang Insha Allah akan mendukung lolos administrasi, terlepas dari IPK, kontribusi dan prestasi yang dimiliki adalah kelengkapan persyaratan, sesuai dengan permintaan yang diberikan oleh penyedia beasiswa, misal ada kawan saya yang mendaftar tidak sesuai skor Toefl yang diminta, tentu tidak bisa disubmit dan tidak lolos. Apabila jumlah yang diminta 400 (jika bisa) usahakan lebih dari itu, mengingat banyak sekali pendaftar yang kompetitif. Bahkan banyak teman-teman saya yang meluangkan uang dan waktu 6 bulan-1 tahun mengambil kelas IELTS, jujur saya hanya menggunakan 1 kali tes Toefl ITP belajar mandiri, mengingat waktu dan uang yang dimiliki belum memungkinkan. Alhamdulillah, Insha Allah akan ada banyak jalan dan keindahan cerita dari Allah swt.
Hal ketiga yang tidak tidak kalah penting untuk aplikasi LPDP adalah Essay Kontribusi bagi negeri, kisah sukses dan juga rencana studi. Menurut saya, hal ini harus dituangkan dengan jujur, yaitu benar-benar sesuai dengan apa yang sudah atau akan kita lakukan, lebih tepatnya Be Yourself, namun harus tetap rasional. Bahkan untuk essay tersebut saya melakukan riset dan juga meminta masukan, saran dan koreksi baik dari senior, dosen dan orang berpengalaman.
Reviewnya untuk kontribusi saya banyak menceritakan fokus saya dalam kegiatan lingkungan, konservasi geografi dan pemberdayaan masyarakat yang sudah dan kelak akan saya lakukan. Saya juga menambahkan referensi penelitian yang saya lakukan. Untuk kontribusi memiliki ketentuan maksimal 700 kata, jadi jangan melebih karena tidak akan bisa disubmit.
Untuk kisah sukses, bagian ini benar-benar kita seperti bercerita siapa dan mau jadi apa kita, lalu makna sukses untuk kita. Bagian ini memiliki ketentuan maksimal 700 kata serupa dengan kontribusi.
Bagian terakhir rencana studi, tidak ada format baku, jadi dapat kita buat seefisen dan dapat mudah dimengerti serta memberikan informasi yang jelas. Untuk yang saya buat tidak melampirkan biaya kuliah,sedikit informasi ada beberapa juga teman-teman saya yang melampirkan, namun tidak begitu urgent.
Hal keempat yang tidak dapat dilupakan adalah sering-sering mengkoreksi dan mengurutkan semua piagam penghargaan, list penelitian atau prestasi dan pengalaman organisasi sesuai dengan bidang, kolom atau jenisnya. Terutama usahakan bagian tahun terbaru ada dibagian atas, agar mudah dan lebih enak dalam memberkan informasi.
Hal kelima yang wajib, teman-teman harus memiliki koneksi internet yang baik, apalagi pendaftar beasiswa LPDP jumlahnya ribuan, tentu bisa dibayangkan bagaimana sibuk dan kadang hang ditengah jalan, bahkan website tidak terbuka. Untuk menghindari kasus tersebut, teman-teman dapat melakukan beberapa hal:
1) Jika teman-teman sudah yakin dengan aplikasi yang akan disubmit, cobalah cicil beberapa file untuk diupload, karena file tersebut dapat disimpan dan diganti sebelum submit akhir.
2) Seperti pengalaman saya, karena jaringan dikosan yang kurang baik, saya harus pergi ke LIMUNY atau Layanan Internet Mahasiswa milik UNY yang terjangkau dan memiliki koneksi lebih baik. Jadi usahakan mendapatkan koneksi yang baik dan kencang.
3) Karena jaringan yang super sibuk dan memakan waktu menunggu yang lama, terkadang saya cicil mengupload file sembari melakukan aktivitas lain, atau bahkan saya sering tengah malam dan pagi hari mengupload file. Karena di jam-jam tersebut lebih mudah dibuka dan tidak hang.
Semoga saran dan pengalaman kecil ini dapat membantu kelancaran teman-teman mendaftar beasiswa LPDP, Amin Yarabbal’alamin...
BAGAIMANA PENGALAMAN REGISTRASI ULANG, ESSAY ON THE SPOT (EOS)? LGD? DAN WAWANCARA?
Pengumuman lolos seleksi dan jadwal registrasi hingga wawancara biasanya akan diinformasikan melalui pesan singkat (sms), email dan database yang ada di akun LPDP milik masing-masing. Berdasarkan pengalaman, pengumuman dilakukan pada selepas magrib hingga tengah malam, biasanya akan didahulukan yang lolos mulai dari jalur presidential scholarship, BPI, Afirmasi baru yang belum lolos.
Karena semua registrasi dimulai dari jam 7.30 wib dan LPDP memiliki sistem yang cukup baik, termasuk on time, usahakan datang 45 menit-1jam lebih awal dengan berpakaian rapi dan sopan. Registrasi dilakukan di Gedung Kementerian Keuangan Yogyakarta yang bertepat di Jalan Kusumanegara secara berturut-turut.
Untuk EOS, LGD dan wawancara saya mendapatkan dua hari terpisah, ada juga yang sehari seluruh sesi. Hari pertama adalah Essay dan LGD, sedangkan hari kedua adalah wawancara. Pengalaman EOS pada batch 1 2016 merupakan peraturan terbaru, berbeda dari tahun sebelumnya yang tidak diwajibkan menggunakan bahasa Inggris.
Essay memiliki 2 pilihan tema berbentuk pernyataan dan kita diminta untuk memberikan sebuah pendapat atau solusi. Pernyataan essay biasanya serupa dengan tema saat LGD. Waktu yang diberikan sekitar 45 menit dan dijaga oleh 2 pengawas. Luar biasanya kita harus jeli dan memiliki banyak referensi sebelum hari H, terutama sebagai pengetahuan dalam memaparkan esai atau solusi. Essay tidak memiliki batasan, namun kita diberi dua lembar portofolio yang dapat digunakan semaksimal mungkin.
Untuk LGD, saya baru bertemu dengan teman-teman yang menjadi tim, saat sesi ini lumayan nervous tetapi juga lumayan santai. Kami masuk kesuah ruangan besar yang hanya menampung satu tim dan kursi berbentuk V dengan 2 orang psikolog didepan kami. Dua orang psikologi memperkenalkan diri dan membacakan role LGD. Kami diminta untuk memperkenalkann diri dikursi masing-masing dan selama 30 menit melakukan diskusi. Pemilihan ketua untuk memimpin jalannya diskusi dilakukan secara sukarela. Kami membaca sebuah tulisan bahan LGD, lalu tanpa aba-aba sudah bisa memberikan sebuah pernyataan dan solusi. Alhamdulillah semua berlalu begitu saja, diskusi 30 menit ini tidak terasa sudah selesai.
Sesi Wawancara pada hari berikutnya saya mendapat jadwal sore pukul 16.00 namun saya berangkat awal untuk registrasi kembali dan berjaga-jaga. Rasanya lumayan tegang tapi bisa santai, tidak kebayang, terkadang karena sedang ada pikiran lain dan keinginan sekolah tetap tinggi akhirnya bikin deg-degan. Alhamdulillah, waktu wawancarapun tiba, saya masuk dan menyalamai serta memberikan salam kepada ketiganya. Sebelah kanan seorang Profesor yang kebetulan saya agak familiar, yang tengah seorang psikolog yang sudah jutek sejak awal dan sebelah kiri beliau hanya diam. Saya diminta memperkenalkan diri dan semua menggunakan bahasa inggris. Pertanyaanpun tiba-tiba datang dari seorang Profesor familiar tersebut, “itu timur kampus kamu kok jorok? Kok bisa begitu? Apa yang sudah kamu lakukan?”. Awalnya saya kaget, kenapa beliau bisa memberikan pertanyaan tersebut. Sayapun menjelaskan sebab dan apa yang sudah saya lakukan, dan hal tersebut sangat berkaitan dengan program master yang akan saya ambil. Pertanyaanpun datang kembali dan saya menjelaskan disertai contoh riil, hingga akhirnya berganti ke psikolog didepan saya. Ketiganya bersikap sibuk dengan memandangi laptop dan tidak menghiraukan, namun saya sadar ini adalah salah satu cara bagaimana kita tetap aware dan fokus pada sesuatu. Dengan yakin dan sadar saya tetap memberikan yang terbaik, hingga ibu psikologi tersebut berkata “kok Insha Allah, berarti kamu nggak yakin dong!?” lalu saya menjelaskan bahwa saya yakin, secara harfiah Insha Allah dalam islam bermakna 99,9% Iya, ditambah saya di keluarga terbiasa mengucapkan alhamdulillah, insha Allah, dsb, jadi menurut saya hal tersebut bukanlah batasan kita yakin atau tidak.
Untuk pewanwancara yang ketiga meminta saya untuk menjelaskan aktivitas yang saya lakukan dan kedepan ingin menjadi apa.
Akhirnya, wawancara selesai, psikolog tersebut berkata “terima kasih ya, semua hasil ini kami hanya bisa merekomendasikan, hasil akhir ada pada LPDP” akhirnya saya pun berterima kasih dan menyalami ketiganya. Alhamdulillah semua kegiatan selesai sekitar pukul 5 sore dan pada batch 1 ini saya seleksi bersama para sahabat yang lolos semua lebih dahulu, kami sering disksusi bersama dan saling menyemangati. Saat ini beberapa sudah siap kuliah seperti Eddy Purwanto UGM Ratih Kartika UNY dan yang sedang mengambil PB (Persiapan Bahasa) Aan Yudianto UK @Joana tujuan Ausi. Pengumumanpun tiba, tapi saya memang sudah memiliki firasat yang kurang yakin, setelah saya membuka pengumuman pukul 22.00 wib, saya dinyatakan belum lolos seleksi, dan sempat menangis sekali. Saya yakin bahwa semua ada hikmah dan juga rencana yang jauh lebih indah. Menurut saya “Happiness is not always about having our wishes granted, but knowing that we have a dream and we’re heading there”. :) Setelah pengumuman, Mamak dan mas (suami) menyampaikan, bahwa ibuk dan mas berat melihat saya jauh dari mereka, karena menurut mereka akhir-akhir ini badan saya ringkih, dan suka masuk angin. Mereka khawatir jika jauh tidak ada yang bisa merawat saya. ------ Kurang lebih untuk batch 1 dan 2 sesi EOS dan LGD serupa, namun karena saya mengambil DN untuk batch 2 (dengan tujuan studi IL UGM) menggunakan bahasa Indonesia. Untuk kontribusi dan kisah sukses tidak banyak pengubahan, hanya untuk rencana studi pengubahan dilakukan pada bagian informasi universitas dan jurusan yang dituju serta kenapa universitas tersebut. Perbedaan pada sesi wanwancara batch 1 dan batch 2, masih sama dengan 3 orang pewawancara, sebelah kanan seorang psikolog perempuan, tengah dosen wanita dan kiri dosen laki-laki. Namun kali ini jauh lebih muda, banyak senyum tawa dan juga memberikan kesempatan saya untuk berbagi cerita tentang apa yang sudah dan akan dilakukan. Bahkan psikolog menanyakan beasiswa dan prestasi yang sudah ditorehkan, pertanyaan seputar latar belakang keluarga (yang jujur saya tidak kuat menahan air mata dan tangis) sampai-sampai mereka ikut menangis. Dan pertanyaan dari 2 dosen tentang kampus tujuan dan apa yang akan dilakukan dengan ilmu yang saya miliki. Sampai akhir wawancara sekitar 30-45 menit tersebut, pewawancara menanyakan kenapa bisa gagal batch 1? Dan apakah tidak diberi pilihan pindah kampus oleh pewanwancara? Kenapa bisa demikian?. Alhamdulillah wawancara selesai ketika magrib, saya bertemu kawan hebat dari madiun yang juga melanjutkan studi master UGM. Kami menangis bersama dan memohon kepada Allah dengan segala hasil terbaik yang diberikan. Alhamdulilah selepas seleksi tanggal 17-19 Mei 2016, tanggal 24 Mei 2016 adalah hari pernikahan. Pengumuman tiba tanggal 10 Juli 2016, kebetulan karena baru selesai menemani suami, saya tidak sanggup melihat hasilnya sendiri. Saya meminta suami untuk menemani melihat hasil pengumuman (tidak seperti batch 1 yang sendiri). Alhamdulillah, saya dinyatakan lolos seleksi wawancara, syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah swt, bagi saya rezeki menikah akan mendatangkan rezeki lainnya.
Alhamdulillah perjuangan untuk meraih cita-cita tidak berhenti sampai disini, seperti kebanyakan ini adalah awal. kebermanfaatan itulah yang menjadi semangat dan bagaimana wejangan mamak, bapak dan suami kita hidup adalah untuk belajar, yaitu belajar bermanfaat. Semoga tulisan ini dapat memberikan sedikit informasi dan manfaat bagi teman-teman, terima kasih juga kepada mbak Lani Pujiastuti yang telah memberikan semangat dari tulisannya (http://ndongong.blogspot.co.id/2016/05/4-saran-dariku-yang-gagal-lpdp-2-kali.html).
Terima kasih setulus-tulusnya kepada sahabat Rony K. Pratama, Wahyudi Iman Satria, Asri Setyaningrum, Rahma Fitriana, Dias Aziz Pramudita, Suseno Mahardiko, Paksi Manggala Putra, Janu Muhammad, Hardika Dwi Hermawan dan coachs Rasman Aryasatya, Ferry Anggoro Ardy Nugroho, Vita Ayu Puspita, yang selalu bersedia meluangkan waktu dan masukan yang sangat bermanfaat. Jika teman-teman ingin bertanya jangan sungkan silahkan, saya terbuka untuk diskusi dan belajar bersama.
pebrinurhayati.tumblr.com