Apakah penilaian terhadap seseorang tampak dari hadiah yang ia berikan? Jika iya, sungguh kasihan yang berfikir seperti itu. Tidaklah seseorang memberi hadiah yang mahal harganya dan bernilai, kecuali jika ia memang mampu pun, apakah nilai keikhlasan diukur dari seberapa mahal hadiah yang kita berikan? tidak. Tentu saja tidak. Saling memberi hadiah, tidak haruslah mahal. Apakah salah jika seorang sahabat memberi sebuah hadiah yang bernilai a.k.a mahal harganya, lalu seorang sahabat lain memberi kita sesuatu yang menurut kita tidak berharga karena murahnya? tidak. Jika kita masih berpikiran sedemikian, artinya kita tidak ikhlas. Memberi tidak perlu pamrih. Apapun itu. Kebaikan dibalas kebaikan, iya memang. Tapi, tak perlu mengharap diberi lebih, kan? dikasih syukur, tidak juga tak mengapa, itulah arti ikhlas yang sebenarnya. Sungguh sayang ilmu yang tinggi dan kekayaan yang banyak, jika masih berfikiran seperti itu. Mengharap seseorang memberi sesuatu yang berkelas, karena kita pun memberi hadiah yang berkelas, jadi harus seimbang begitu. Kurang ikhlas, kurang bersyukur, dan tidak sabar itu namanya. ~zmv














