Apa yang bisa kamu lakukan ? #Edisi Perkuliahan
Hallo semua, apa kabar ? Semoga selalu dalam lindungannya ya. Hari ini hari minggu yang menurutku cukup melelahkan. Hari minggu yang semestinya dimanfaatkan untuk beristirahat selama beraktivitas selama seminggu pun harus direnggut antara rasa sukarela dan terpaksa. Ya, hari ini bidang dari himpunanku menjalankan program kerja kami, yaitu mengadakan Pelatihan PCB. Ya, aku mengikuti organisasi Himpunan Mahasiswa Elektro di kampusku tercinta ini. Dan pada kepengurusan ini aku menjadi bagian dari bidang yang bernama Bidang Penelitian, Penalaran dan Keilmuan (PPK). Bidang ini merupakan bidang yang menitikberatkan pada program kerja yang mengadakan acara di bidang keilmuan khususnya di bidang ke-elektro-an seperti mengadakan seminar, pelatihan-pelatihan dsb. Di bidang ini aku diamanahi sebagai bendahara bidang. Tugasku mengatur keuangan bidang ini. Dan amanah ini menurutku amat berat karena bukan hanya menyita waktu dan pikiran, tetapi juga menguras emosi jiwa dengan berbagai pihak. Akan tetapi, aku harus siap menerima konsekuensi kondisi apapun yang harus kuhadapi dari amanah ini. Semoga Allah selalu memberi kekuatan dan kesabaran lebih pada hati yang lemah ini.
Hari ini aku bangun cukup pagi. Pukul setengah lima pagi aku sudah bergegas mandi dan bersiap salat shubuh. Aku sengaja bangun pagi karena sadar aku harus belanja konsumsi snack untuk para peserta nanti. Sebenarnya ini bukan tugasku tetapi seperti biasanya seperti ada aturan tak tertulis bahwa sebagai bendahara aku juga merangkap sebagai spesialisasi bidang konsumsi walaupun tidak mahir dengan bidang ini. Aku bergegas ke kampus setelah belanja konsumsi peserta dan ternyata anggota bidangku yang lain belum terlihat batang hidungnya. Rasa kantuk dan lelah setelah hari sebelumnya menghabiskan waktu jalan-jalan dengan anggota departemen di himpunan di periode lalu pun kutahan dengan rasa semangat. Setelah tugasku sebagai penjaga registrasi peserta dan mengatur konsumsi peserta sudah mulai berangsur selesai, aku menghabiskan waktu di ruang panitia untuk beristirahat sejenak. Tadinya aku ingin menyelesaikan tugas handbook ku sebagai salah satu siswa di sebuah sekolah online, namun ternyata wifi di ruangan panitia ini sangat menyebalkan karena koneksinya putus-sambung. Alhasil aku hanya mengutak-atik laptopku tanpa tujuan yang jelas.
Tiba – tiba ditengah perbincanganku dengan sesama teman panitia, salah seorang temanku yang sedang praktikum masuk ke ruangan panitia. Sepertinya ia sedang mencari salah seorang teman sekelompoknya yang juga anggota bidangku. Ya, kadang aku dan dia sering terlibat perbincangan yang kadang akur kadang sinis-bercanda. Dan tiba-tiba ia bertanya padaku “kamu bisa buat apa selama dua tahun disini (read: di kampus elektro). Hmhm…. Seketika aku cukup tercengang dengan pertanyaannya. Aku tak menjawab secara gamblang pertanyaan darinya karena kupikir dia pun tahu jawabannya. Ya dia salah seorang temanku yang tahu dan mungkin cukup paham bila aku adalah mahasiswa salah jurusan karena dia tahu program studi apa yang aku inginkan. Apa yang bisa aku lakukan selama dua tahun disini? Itu adalah satu pertanyaan sederhana dan jawabannya amat susah sekali dan mungkin berat untuk kujawab.
Apa yang bisa kulakukan selama dua tahun disini? Agaknya pertanyaan itu akan terus terngiang-ngiang di telingaku. Kalau aku boleh jujur jawaban dari apa yang bisa aku lakukan selama dua tahun di sini rasanya cukup miris. Aku hanya mahasiswa yang salah jurusan dan sedang bahkan masih berusaha mencintai jurusan yang memberiku ilmu selama dua tahun ini. Selama ini aku hanya mengikuti alur perkuliahan sewajarnya, menjadi budak praktikum, ikut kegiatan organisasi jurusan. Disamping perkuliahan di sini aku memang dominan menghabiskan waktu dengan kegiatan praktikum dan laporan. Kadang dari sebuah praktikum aku bisa membuat program aplikasi secara sederhana, membuat sebuah simulasi suatu program, atau membuat prototype sebuah aplikasi sederhana itupun dengan bantuan teman-temanku, khususnya teman kelompok praktikumku. Kalau ditanya bisa apa, mungkin jawabanku adalah aku bisa menulis laporan, laporan, dan laporan. Hahaha… Miris sekali bukan ?
Aku memang tidak sepandai teman-temanku yang menonjol di bidang keteknikan ini. Aku memang tidak seperti teman-temanku yang lain yang mengikuti kegiatan ekstra di bidang robot atau memiliki rasa ketertarikan di dunia tersebut. Ya, kadang aku ingin seperti mereka berprestasi di bidang ke-elektro-an atau setidaknya mampu membuat sebuah rangkaian aplikasi atau membuat program yang bagus dengan coding-an tak terhingga banyaknya. Jujur pertanyaan ini seolah menamparku sacara keras, menyadarkanku atas kekuranganku selama ini, menggeltik batin ini atas ketertinggalan ilmuku dengan yang lain. Sampai kapan… Dan sampai kapan…Yang aku tahu sampai saat ini aku masih terus belajar dan berusaha menggali rasa keingintahuanku dengan bidang keilmuan ini lebih dalam lagi. Aku masih dan akan terus berusaha mencintai bidang ini yang akan kubawa sebagai pegangan ilmuku di masa depan.
Begini… rasanya menjalani hidup yang bukan kamu inginkan. Belajar mencintai itu bukan hanya pada insan. Akan tetapi, belajar untuk mencintai jalan hidupmu sendiri. Belajar mencintai hidup meskipun lebih banyak rasa sakit dan ketidaknyamanan yang kamu terima. Belajar untuk terus berkembang walaupun berada di zona ketidaknyamanan. Belajar mencintai hidup dalam kehidupan yang bukan kamu inginkan tetapi lebih tepatnya belajar mencintai hidup yang Tuhan pilihkan. Ya, dan inilah aku saat ini. Aku berusaha mencintai hidupku yang 180 derajat jauh dari yang aku impikan. Dan aku masih bertahan hingga saat ini…
Terima kasih teruntuk temanku yang menjadi perantara renungan kali ini. Terima kasih atas pertanyaan darimu yang cukup mampu membuat otak ini berpikir tak karuan mencari jawabannya. Apresiasi yang tak terkira untuk pertanyaanmu.
Semarang, 18 September 2016
Michira
����� �r�u













