"There are worse crimes than burning books. One of them is not reading them." (Joseph Brodsky) Merasa tersindir? Saya iya. Bahkan jika diklasifikasikan dalam golongan perbukuan, barangkali saya baru termasuk ke dalam tipe orang yang suka mengoleksi buku. Bacanya dikit-dikit, kadang satu buku cuma dibaca separuhnya terus ketika menemukan buku baru, langsung jatuh cinta lagi, dan lupa sama yg lama, dst (wkwk, ngga setia banget yak 😅) Maka tidak heran juga, jika banyak penelitian yang menyatakan bahwa minat baca di Indonesia sangat rendah. Misalnya saja pada tahun 2012, sebuah data survey UNESCO menyebutkan bahwa minat baca di Indonesia hanya sebesar 0.001, yang artinya dari 1000 orang yang ada di Indonesia, hanya ada 1 orang yang memiliki minat membaca. Hasil penelitian internasional, Programme for International Student Assessment (PISA) tahun 2015 tentang kemampuan membaca siswa juga menyebutkan bahwa kemampuan membaca siswa di Indonesia menduduki urutan ke-69 dari 76 negara yang disurvei (http://m.harianjogja.com/baca/2016/03/22/penelitian-terbaru-dari-76-negara-minat-baca-siswa-indonesia-peringkat-ke-69-703442). Sebuah data survey dari Connecticut State University juga menempatkan Indonesia di rangking ke 60 dari 61 negara yang diteliti. Yaps! Nomor 2 terendah dari sekian negara. What a really shock 😷 Padahal, Indonesia adalah negara dengan mayoritas muslim terbesar di dunia. Dan wahyu pertama yang Allah turunkan kepada Nabi Muhammad berbunyi : IQRO' yang berarti BACALAH. Maka mari bertanya, sudahkah kita menjadi muslim sejati jika membaca saja belum bisa kita terapkan dengan baik? So, what should we do? Jawabannya adalah: Mulai dari diri sendiri. Mulailah untuk membiasakan kembali kebiasaan membaca. Ini kebiasaan yang baik. Luangkan 15 menit saja waktu kita dalam sehari untuk membaca, saya rasa sudah cukup sebagai awalan. Selanjutnya, bisa ditambah lagi waktunya sedikit-sedikit. Intinya, dibiasakan dulu. Dan berhenti untuk sekedar menjadi pengoleksi buku (*ngomongsamacermin 😶). Dan lagi-lagi, IQRO'! Selamat menjemput ketaqwaan di 10 hari terakhir Ramadhan 😊 ______________ #menulistimewa #30harimenulisramadhan #day17 #semangatmembaca












