Aerial photography around Semanggi Interchange by Andrew JK Tan
seen from China
seen from United Kingdom
seen from France
seen from Russia

seen from United Arab Emirates

seen from Poland
seen from China
seen from Russia
seen from Taiwan

seen from United States
seen from China
seen from Russia
seen from Türkiye

seen from Türkiye
seen from Malaysia
seen from Russia
seen from China

seen from Türkiye
seen from United States

seen from Türkiye
Aerial photography around Semanggi Interchange by Andrew JK Tan
View from the balcony of my condotel apartment located on the 53rd floor, perhaps the best view in Jakarta - at Aryaduta Semanggi
Infografis: Tragedi Semanggi
Merupakan peristiwa protes masyarakat di Jakarta terhadap pelaksanaan Sidang Istimewa MPR pada bulan November 1998 yg menyebabkan tewasnya warga sipil.
P.s. bantu adik buat tugas PKN dengan imbalan topokki.
Hutan Belukar
Banyak hal didalamnya, sesak , tapi rasa tenang dan terlindungi ditukarkannya. Sang Kelapa kokoh menjulang, dibutuhkan dan bermanfaat bagi banyak orang, tak goyah ketika digoda. Kayu posum, mengagetkan dan tak umum, letupannya pemberi tawa dan penghibur orang disekitar. Si Kapas, si ringan tanpa beban, buahnya mudah meledak, sering kali mendonorkan organnya, berikan tidur nyenyak kepada penerima. Sang Pohon Palem, dia terbawa angin ke arah kiri kemudian ke kanan, meski begitu ia kokoh menjadi tulang punggung, kokoh menjadi penghalang angin ketika tiba. Pucuk Merah, yang paling muda, kepolosan, murni, penyusun. Terakhir, putri malu, berduri seperti siap menusuk, ketika waktunya tiba dia melembut, menyusut, tapi dengannya penambah ragam.
Mereka berbagi peran, berbagi ruang sebagai semanggi berdaun empat, yang terakhir.
Melati
Dia seputih salju, tapi hangatnya sama seperti musim semi. Di duniaku, dia lebih dicintai daripada mawar, seperti idola, dia memberi tanda tangan dengan emoji senyum disampingnya, permukaannya tenang menenangkan, tapi spekulasiku sedikit tentangnya, karna dia begitu mengerut menutup mahkotanya, ada sisi gelap dingin dibaliknya yang bagiku mungkin akan terasa indah dan menyenangkan. Dia membangun jalan berekpresi yang abadi dan menyenangkan, juga selalu meruntuhkannya dengan sekejap. Dia mampu menulis jutaan kata indah, tapi tak pernah satu katanyapun jatuh untukku, hampir berbanding terbalik denganku, yang hampir tiap yang tertuang, sejak proposal ku yang pertama, jauh sebelum identitas pemuja rahasia terungkap, hanya untuknya, tak pernah sadar dan tersampaikan mungkin? Mungkin naif? Karna yang ku punya tak sebagus punyanya? Hingga timbul spekulasi semuanya hanya bagi yang telah berlalu. Jika ini alasannya semua terabaikan, sungguh....
Dengan beberapa momen dan kata terbatas ia berhasil membenamkan dirinya menjadi salah satu dari semanggi berdaun empat, yang ketiga.