
⁂
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
hello vonnie
dirt enthusiast
h
NASA
trying on a metaphor
Jules of Nature
cherry valley forever

Kaledo Art
will byers stan first human second
almost home
I'd rather be in outer space 🛸

pixel skylines

oozey mess
Lint Roller? I Barely Know Her
noise dept.
he wasn't even looking at me and he found me
Alisa U Zemlji Chuda
occasionally subtle

seen from United States

seen from Germany
seen from United States
seen from Algeria
seen from Brazil
seen from United States

seen from Italy

seen from Singapore
seen from United States

seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Türkiye
@golarve
Tuhan bolehkah? Jika memang dia adalah jalanku, “Patahkan aku tuhan, atau mungkin dirinya”, biarkan aku, dia bahagia. -Tentang persepsi tidak peduli seberapa "Baik" diri, terkadang kita tidak bisa membuat seseorang mencintai kita, tentang jalan yang sebenarnya.
Jawaban, Tulisan.
Saat ini jawaban yang kupegang, perihal kenapa sangat sulit sekali dan sedikit sekali membuat tulisan antah berantah, mungkin dikarenakan aku telah tumbuh, dan bisa sedikit mengontrol emosi ku lebih baik, tidak meluap luap seperti dulu, ataukah karna pengalamannya kurang luar biasa? Tidak seperti kala itu, sangat menyiksa tapi menyenangkan, hmmm tidak juga.
Dengan ini aku tau salah satu sudut atau bagian penting yang bisa ku coba gali kembali, coba hadirkan kembali untuk seperti dulu, sampai nanti menemukan yang lainnya lagi. Yang sedikit ini terjadi hanya karna satu pertanyaan, satu permintaan, ternyata terkadang kamu hanya perlu berbicara dan meminta, bisa jadi hal kecil tersebut bisa jadi pembuka untuk orang lain dan dirimu, tidak peduli sejauh apa bisa membawa, bergerak menuju yang baik satu langkah tidak akan pernah rugi.
Baik, menyimpang.
Tuhan, banyak sekali orang orang luar biasa yang mungkin bisa mengisi hari hari dengan baik tapi mereka telah menyimpang jauh, tuhan kenapa tak Engkau pertemukan mereka dengan ku, mungkin jika kau mengizinkan salah satu dari mereka bertemu dan bersamaku, meski aku tak tau apa yang dapat kulakukan, tapi mereka mungkin takkan sampai menyimpang sejauh itu.
Kabut dan Ekspektasi
Akhirnya setelah sekian lama, baru kali ini benar benar jauh dari ekspektasi, Ekspektasinya adalah tentang sabana terbuka luas dan lebar, tempat berulang berbaring berlarian menulis dan membagi kisah, nyaman, indah, tenang, hangat dengan cerita, tapi kali ini yang diberikan adalah helai putih tipis sepanjangnya, serta sedikit tetesan air jatuh mengalir melalui helai helai putihnya, kami terpaksa menari berlarian dibawahnya, mendinginkan panas tubuh, yang sepanjangnya telah berusaha mencapainya, sampai terlewat titik kesetimbangannya, hingga berubah menjadi jarum menyengat, menghentikan langkah menuju atapnya, bahkan dipaksa mundur ke balik pilar hijau, agak menyedihkan memang, tapi disisi lain aku ingat ada seseorang yang sangat mengharapkan ini terjadi, menari diantara hujan berkabut ditengah sabana, kemudian berubahlah pikiran dan sudut pandang, membuka jutaan pintu baru, dibawah syahdunya kabut dan rintik hujan, diantara pilar pilar hijau yang mengekang bakai ruang serbaguna, berlatar belakang yang tak pernah ku kira ada, bahkan yang mungkin mustahil untuk di lirik pun ditemukan, disajikan minuman serta makanan hangat dengan seadanya, sembari terus menari hingga batas waktu waktu, berharap cahaya akan tiba dan menambah kaya-nya hal yang didapat.
Bohong jika aku tidak kecewa, sebagai seorang pembicara, diantara semuanya, dua belum sempat melihat dan menikmati agungnya dataran luas itu, belum sempat memeluk pilar hitam yang mengukuhkan perjuangan para penggapai, bersyukur hari itu menjadi acuan mereka untuk bergabung kembali, bagiku dan yang lainnya, kami tau konsenkuensinya, Aku tetap bersyukur dan menikmati semuanya, juga untuk mereka yang tidak terhantarkan, karna memang berat dan berkonsekuensi untuk kali ini, tujuan ku pun hanya untuk berjalan keluar, tapi akankah? Jika niatnya berbeda akan diberikan semuanya?
Salah satu pencapaian di dota 2 (Bisa disebut pencapaian kah?wkwk) diajak tournament sebagai pos 5 (Hard support, Main Role gw) sama orang orang immortal (Rank tertinggi dota 2, dan gw mentok divine 2, 1 level rank dibawahnya, tapi rasanya bisa sampe immortal kayaknya dulu, kalau ga belajar hero di rank dan udah mulai ga peduli), dan ga cuma sekali mereka mintanya, tapi karna udah jarang maen, dan waktunya ga ada, ga terlaksana lah. Dan sekarang udah berhenti main, udah saatnya berpindah ke hobby yang lain.
Sindoro Sumbing
(Sumbing From Sindoro)
Sumbing itu sedikit feminim, merangkul dari bawah hingga atapnya, tapi runcing di akhir perjalanan, penuh bahaya, terlebih saat dekat untuk menggapai puncak, ia tidak mengizinkan kita berlarian bebas mengitari puncaknya, seolah berkata “inginkan ku yang lain ? temui aku dengan waktu dan dari arah mata angin yang berbeda”
(Sindoro From Sumbing)
Sindoro tenang, tapi bisa menjadi tegak saat dibutuhkan, sepanjang jalan menuju puncaknya di beri tantangan tapi ketika sampai, kamu bebas berkelana diatasnya tanpa hambatan, bebas menjelajahi semua ujung ujung yang ditampilkan oleh penunjuk arah.
(Keduanya dari prau)
Mereka saling berdekatan tapi tak bisa bersatu, dipisahkan oleh lembah, tapi acapkali berkunjung ke satunya, mereka selalu meninggikan lainnya, hingga rasanya tidak mungkin mengerti arti sepenuhnya keindahan tanpa ada satu dan lainnya, akankah kelak nanti bumi menghilangkan egonya ? Mengerutkan tanahnya hingga mereka kemudian bertemu dan mereka bersatu berdekatan, lembah bertemu lembah, hilir bertemu hilir, dan jalur bertemu jalur.
Corrective, Preventive Action.
Aku punya masalah tentang rasa yang tak tergambarkan, sepertinya mengganggu produktivitasku, tak aman untuk kewasaranku, sulit untuk patuh terhadap aturan aturan, cara untuk mengatasinya mudah, hanya sebatas bertemu dan berbicara denganmu, berdua ditengah kebebasan dan ketenangan, sama mudahnya untuk mencegahnya, tetap bersama hingga akhir waktu, kamu bersamaku.
Rencana 25 selanjutnya.
Sepertinya akan ada perubahan rencana untuk membaca 25 selanjutnya, tempat yang lebih baik dengan segala yang kupunya, akan kuselesaikan, untuk lebih cepat memacu pencarian dan pelajaran.
Keterbatasan, menganggu.
Keterbatasan ini sampai mengangguku, bahkan untuk menulis tentangmu pun sulit, tak seperti biasanya ketika hadir, akan tertuang meski sedikit, kali ini sangat berbeda, terpukul memikul realita, hingga lupa. Jika tulisanku terbatas hanya karna ini, aku benar benar tidak akan pernah mencapaimu, atau mencapai tinggi mu, pada akhirnya meskipun nanti tulisanku mencapaimu, aku tidak tau apa yang akan aku lakukan, tidak semudah kala itu.
Pemeluk, Tantangan 2.
Tenyata kesempatan kedua dengan para pemeluk lainnya juga belum diberikan, bayangan terlaksana semuanya dengan baik pun dihapuskan, kembali bersama para penolak, tapi bedanya bersama dengan salah satu pemeluk dibawah bendera biru, benar terasa mudah, bahkan ketika hanya berdua, tak terbayang bila berjalan bersama dengan banyak pemeluk lainnya di bawah bendera biru berkibar, berapa banyak langkah yang didapat untuk mendekat, seberapa besar rasa syukur, rasa tenang, rasa bahagia, hingga mungkin bisa melipatkan gandakan langkahnya. Meski begitu, tetap perjalanan kemarin memulai sesuatu, banyak pelajaran yang didapat seperti biasa, termasuk beberapa hal yang ditargetkan meski tak sebesar yang di harap. Terimakasih untuk kemudahan dan langit cerahnya, selanjutnya aku akan menyelesaikannya, ke tempat tertinggi yang hanya bisa dijangkau oleh burung legendaris dibawah kibaran bendera biru.
Pemeluk, Tantangan.
Kemarin aku mencoba sesuatu yang dianggap neraka bagi para pemeluk, namun surga bagi yang menolaknya, banyak pertimbangan kenapa hingga akhirnya memutuskan untuk menantang puncak dengan membawa gurun, karna manusia yang ku sukai dan ku iri, moment kesucian, dibukannya pintu pintu hijau menuju alam alam hijau, setelah sekian lama tertutup dan salah satu yang didambakan orang orang, rasanya seperti kembali ke titik nol, ketika manusia hanya sedikit yang tertarik, punya ku sendiri, kebebasan tanpa pedulikan orang lain, jalur terbaik dengan jutaan hal ajaib di dalamnya, tapi juga sinting disepanjangnya, pertaruhan berat, hingga terlampir sumpah, jika gagal tidak akan pernah lagi, beresiko tinggi, tapi harta karun yang didapatnya pun luar biasa, selangkah lebih dekat.
Kemudian aku berhasil, dengan berbagai kemudahan yang diberikan, meski ditengahnya di uji berat hingga hampir mati, bahkan 1 atau 2 gagal meski kemampuannya jauh lebih tinggi, lebih prima. Memang yang dicari adalah tantangan, maka diberikan pula tantangan tersebut, tapi kemudian setelah menerima, diberikannya keluasan tiada batas, sungguh memang jalur terbaik.
Mencoba mendekatkan diri pada Nya, lewat jalan ini, tapi pada akhirnya beberapa hal terlewat juga, sadar tentang satu dua hal, memang karna lingkungannya kah? Atau lagi, aku? sayang bersama pemeluk dibawah bendera biru belum diizinkan, hingga terpaksa mengambil jalur dewa, tapi tetap luar biasa meski berbeda. Satu kesempatan lagi dengan orang orang yang sesuai akan tiba dibawah bendera biru, jika bersama mereka mungkin lebih mudah dan akan benar benar terwujud dan sempurna.
25 bagian kedua
Tulisanku terpaut dengan beberap bab, bahkan jauh sebelum tau isi dan tergenapkan, tentang apa yang akan dibahas, tentang rima rima yang tertera, atau ini hanya topik umum dan memang ada di setiap pemikiran orang orang?
Instingku juga semakin kuat seiring berjalannya waktu, tentang wanita yang kusuka, sebelum membuat langkah, aku bisa tau apa yang akan terjadi, aku tau penolakkan akan terjadi, tapi kenapa tetap kulakukan, karna aku selalu berharap instingku tentang hal ini salah, instingmu kuat, tapi kenapa hai anak muda yang menuju tua, tak kau gunakan untuk membuat hidupmu jauh lebih baik, lagi, mungkin belum, atau bukan.
Yang kudapat lagi adalah tentang gambaran pasangan hidup yang ku cari,yang ku damba, masih tetap senang membaca, tidak sabar untuk membaca 25 selanjutnya dan yang terakhir, truly blessing.
"Havent found my Nina yet."