Kepadamu, aku menyimpan rasa sesak yang dipenuhi ragu. Ketika malam menyapu dingin, ketika temaram sepi dengan gelap. Aku sempat kehilangan sajak terakhir yang pernah kau tulis dengan cumbu malammu. Merayu pada lupa..
Malam ini, aku ingin mengatakan bahwa rindu tidak pernah diam. Ia hanya bersemayam pada hati yang masih beku, pada rasa yang masih ada, pada ragu yang masih menyelimuti kejengahan. Masih dengan begitu..
Kepadamu, aku benar-benar dan masih menahan rasa untuk bisa; bahwa hati ini masih dengan gigih untuk menyapamu. Dengan berharap, kau pun tersenyum..
Atau, aku balikan seperti biasa; rasa yang dulu tidak ada seperti saat ini, pecah! Tapi, waktu meminta untuk 'tunggu sebentar' bersabar dengan ikhlas. Dan, pada detik yang ada, aku coba untuk bisa. Menghakimi dengan rasa diriku sendiri. Membenahi dengan berani untuk tetap bersyukur; bahwa aku baik-baik saja.