Pada Sabtu Sore yang cerah (25/2/2017), puluhan anak muda yang tergabung dalam beberapa komunitas mural Surabaya terlihat asyik dengan kuas dan cat yang mereka bawa. Mereka sibuk memainkan kuasnya pada media tembok yang kurang lebih panjangnya mencapai 200 meter di Jalan Raya Kenjeran Lama, tepat berada didekat kaki Jembatan Suroboyo.
Dalam kesempatan itu, Enciety.co yang berkesempatan mewawancarai salah seorang diantaranya, Fandy Ragil Prabowo Muralis dari komunitas Dinding Rupa. Dia menjelaskan, jika ia dan kawan-kawannya sengaja datang untuk memberikan sentuhan seni mural pada tembok yang berada disekitar kaki jembatan Suroboyo.
“Saya dan kawan-kawan sangat senang, karena hobi corat-coret yang kami lakukan ini dapat tersalurkan. Selain itu, kami sangat berterimakasih pada Pemerintah Kota Surabaya, karena apa yang telah kami lakukan ini dapat diapreasiasi,” ujar Ragil yang merupakan alumnus SMA 1 Surabaya itu.
Selain untuk memfasilitasi para komunitas mural agar tidak menyalurkan hobi corat-coret mereka, pada tahun 2017 ini pemerintah Kota Surabaya menyediakan tiga titik disekitaran THP Kenjeran dan Jembatan Suroboyo yang dapat mereka mural. Setelah sebelumnya mereka memural tembok sepanjang 500 meter yang ada di Jalan Pantai Lama Kenjeran dekat Pintu Masuk Pantai Kenjeran Lama, saat ini mereka diperbolehkan untuk menyalurkan hobi muralnya di dekat kaki Jembatan Suroboyo
“Pada kesempatan kali ini, kami tidak sembarangan dalam menuangkan hobi mural kami. Dengan mengangkat tema Kearifan Lokal dan Mural interaksi serta kreasi Icon Foto, acara ini berlangsung hingga seminggu, yakni mulai dari tanggal 21 hingga 28 Februari 2017,” terang Ragil menerangkan.
#gallery-0-5 { margin: auto; } #gallery-0-5 .gallery-item { float: left; margin-top: 10px; text-align: center; width: 50%; } #gallery-0-5 img { border: 2px solid #cfcfcf; } #gallery-0-5 .gallery-caption { margin-left: 0; } /* see gallery_shortcode() in wp-includes/media.php */
Kegiatan mural tersebut sambung Ragil, diikuti oleh beberapa komunitas mural asli Kota Pahlawan. Diantranya, Macguffin, Magicspace, Arcboys, Manusia Tembok, Dinding Rupa, Kreavi, Fifth, Madman, Bimf, Dkp UK Petra dan Dkp ITS Surabaya.
Menurut Ragil, dengan diangkatnya tema Kearifan Lokal dan Mural interaksi serta kreasi Icon Foto, pihaknya dapat mengajak masyarakat Kota Surabaya untuk lebih menghargai kearifan lokal kota pahlawan.
“Sebenarnya, kearifan lokal adalah kekayaan asli yang kita miliki, untuk itu, kita mengajak masyarakat Surabaya agar dapat terus melestarikannya. Selain itu, dengan hasil karya seni mural ini, kami juga ingin menghidupkan kembali kawasan wisata THP Kenjeran dengan mengajak anak muda untuk dapat berfoto di sejumlah karya seni yang kami ciptakan ini,” ulas Ragil mengakhiri.(ram)
Mengangkat Kearifan Lokal di Seni Mural Surabaya Pada Sabtu Sore yang cerah (25/2/2017), puluhan anak muda yang tergabung dalam beberapa komunitas mural Surabaya terlihat asyik dengan kuas dan cat yang mereka bawa.