
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Japan

seen from Venezuela
seen from China
seen from China

seen from United States
seen from Yemen
seen from Türkiye
seen from United States
seen from Japan

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from United States

seen from Türkiye
seen from Palestinian Territories

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Taiwan
Wenn die Windel bis mittags hält…
ein kleines Geheimnis, das man unter sich trägt,
leise, warm und irgendwie beruhigend.
Und irgendwo die Frage, die man nicht ganz loswird:
Wer würde sie jetzt wohl am liebsten wechseln? 🙊
———————————————————————
If the diaper lasts until noon…
a quiet little secret you carry with you,
soft, warm, and somehow comforting.
And somewhere in the back of your mind, that question you can’t quite shake:
who would want to change it the most? 🙊
Seni Fashion club at Waseda University (早稲田大学繊維研究会) - Hagiwara Hosoki - annual 2025
“Human Candy"
Chapter 3 - Page 31
Previous Page - Next Page
First Page
Comic on Tapas
Comic on Webtoon
————————-
Papyrus looks really adorable on this page for some reason, hahah.
And it's interesting to see how much my work on my next comic project (not franchise related, my creativity will be completely unleashed this time) influences the look of the remaining pages of Human Candy.
(For everyone who still doesn't know it: I plan to finish Human Candy this year (2026). So have fun, this ride will be wild, wheeeee!)
I hope we won’t meet again.
Berteman Sepi.
Mbak @prawitamutia .... Aku setuju dengan setiap kata yang Mbak tuliskan. Kesendirian memang luka yang paling sukar ditahan, lebih menyakitkan daripada kehilangan harta atau tubuh yang sakit. Aku mengalaminya sendiri, di tanah rantau ini, jauh dari keluarga, jauh dari wajah-wajah yang biasanya menjadi rumah.
Sakit yang singgah di tubuh sebenarnya bisa ditawar dengan obat, bisa ditenangkan dengan istirahat. Tapi sakit yang bernama kesepian—apalagi saat tubuh juga rapuh—itulah yang benar-benar meruntuhkan dari dalam. Malam-malam menjadi begitu panjang, bahkan suara jam dinding terasa seperti pengingat bahwa aku menjalani semua ini sendirian.
Aku pernah mencoba menghibur diri dengan berkata: tidak apa-apa, aku kuat. Tapi nyatanya, yang paling sulit dilawan bukanlah sakitnya tubuh, melainkan sepi yang diam-diam masuk, membekukan hati, dan membuat langkah terasa semakin berat.
Mungkin benar, kesendirian adalah sahabat bagi orang yang berprinsip kuat. Tapi kadang, justru prinsip itu yang membuat kita harus menanggung sendiri rasa sepi ini tanpa pernah bisa benar-benar membaginya.
Di rantau ini aku belajar satu hal: tubuh bisa sembuh, luka bisa tertutup, tapi kesepian hanya bisa ditanggung, bukan diobati. Dan semakin aku mencoba memeluknya, semakin aku sadar, ia adalah bayangan yang akan selalu berjalan di belakangku, kemanapun aku pergi.
Kararımı verdim ben ChatGPT ile evleneceğim beni çok iyi anlıyor