#QnA Seputar Puasa Ramadhan
Q : Dalam Alquran disebutkan tepatnya pada surat Al-Baqarah ayat 183 bahwa kita diwajibkan berpuasa seperti orang-orang sebelum kita agar kita bisa mendapatkan predikat taqwa. Yang ingin saya garis bawahi adalah orang-orang sebelum kita yang telah disebutkan itu, siapa sajakah mereka yang juga diwakibkan berpuasa ? umat dari manakah mereka ?
A : Dalam Alquran :
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُتِبَ عَلَيۡكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَتَّقُونَ ١٨٣
183. Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Bismillah saya mengutip dari beberapa referensi ada beberapa kaum terdahulu yang memang diwajibkan untuk berpuasa.
Salah satunya dari Tafsir imam Ali Asshobuni riwayah At-Thabari
At-Thabari Meriwayatkan dari Ad-duy bahwa dia berkata: Telah diwajibkan pula bagi orang Nashrani puasa bulan Ramadhan, diwajibkan bagi mereka tidak makan dan minum setelah bangun dari tidurnya, dan diharamkan bagi mereka menikahi wanita di bulan Ramadhan, maka puasa ramadhan bagi mereka sangatlah berat, sehingga mereka menggantinya kadang di musim dingin dan musim panas, ketika mereka menyadari kesulitan ini, akhirnya mereka bersepakat untuk meletakan puasa ramadhan di antara musim dingin dan panas yaitu musim semi, dan mereka berkata: akan kami tambahkan puasa selama 20 hari sebagai penebus dengannya atas apa yang telah kami perbuat, maka mereka menjadikan total puasa Ramadhan menjadi lima puluh hari.
Jadi jika dilihat memang sangat berat puasa mereka karena puasa dihitung sedari mereka bangun dari tidur maka dimulailah puasa mereka, bayangkan jika kita tidur jam 11 malam kemudian jam 1 dini hari maka dimuliai sudah puasa pada saat itu juga. Tuntunan ini memang berbeda dengan Syariat umat Nabi Muhammad Shallallahualaihiwasallam tetapi dalam lingkup yang sama yaitu ibadah puasa.
Adalagi yaitu Puasa Nabi Daud Alaihissalam yang melakukan puasa dengan satu hari puasa satu hari tidak. Dalam Riwayat :
Dari Abdullah bin Amru radhiyallahuanhu berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, ”Shalat (sunnah) yang paling dicintai oleh Allah adalah shalat (seperti) Nabi Daud as. Dan puasa (sunnah) yang paling dicintai Allah adalah puasa (seperti) Nabi Daud alaihissalam. Beliau tidur separuh malam, lalu shalat 1/3-nya dan tidur 1/6-nya lagi. Beliau puasa sehari dan berbuka sehari. (HR. Bukhari)
Adalagi dari Nabi Adam Alaihissalam, dalam tafsir Ibnu Katsir mengatakan bahawa nabi Adam Alaihissalam puasa 3 hari disetiap bulannya. Riwayat lain mengatakan bahwa nabi Adam Alaihissalam juga berpuasa sehari punuh dihari beliau diturunkan ke Bumi dan juga nabi Adam Alaihissalam berpuasa pada 10 Muharram dalam rangka rasa ucap syukur beliau karena telah dipertemukan lagi dengan ibu Hawa.
Yang unik adalah puasa dari sayyidah Maryam dimana beliau tidak berbicara sama sekali selama puasa.
Maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, "Sesungguhnya aku telah bernazar berpuasa untuk Tuhan Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini."(QS. Maryam: 26)
Begitu kira-kira yang dapat saya sampaikan semoga bisa bermanfaat bagi kita semua dan juga semoga pertanyaannya dapat terjawab. 😊














