Tradisi 40 Tahun BMW Seri-7
Autography – Orang bijak bilang, hidup dimulai dari usia 40. Konon, pada usia ini seorang pria akan memancarkan puncak kematangannya. Banyak makan asam garam, namun masih memiliki gairah, semangat dan energi bagaikan anak muda. Pria dengan kualitas seperti ini, akan jauh lebih menarik dibandingkan anak muda, seganteng apa pun ia.
Tahun 1977, produsen Bavaria yang sebelumnya hanya diakrabi memproduksi sedan menengah menghadirkan model benar-benar baru dinamai Seri-7. Konsepnya serupa dengan adik-adiknya, menawarkan paket handling sportif namun ditujukan bagi kalangan atas. Diberi kode E23, model pertama adalah menggunakan mesin M30 6 silinder segaris.
Empat tahun kemudian, model turbo pertama Seri-7 bernama 745i meluncur. Model ini menggunakan unit 3.200 cc 6 silinder turbo. Tentu, performanya tidak bisa dibandingkan dengan unit 2.000 cc dan 3.000 cc twin-turbo pada generasi terkini G12. Tapi pada masanya, jangan tanya soal performa.
Fast forward lima generasi. Model terkini G11 / G12 diperkenalkan perdana pada IAA Frankfurt 2015. Walau secara konsep dasar masih satu benang merah, relevansi pada abad ke-21 telah menambahkan satu unique selling point. Mengubah G12 menjadi kantor berjalan, lengkap dengan segala fasilitasnya.
FIRST DRIVE BMW 740 Li PURE EXCELLENCE
Sejumlah gimmick dibenamkan pada Seri-7 terkini. Masih segar dalam ingatan ketika Seri-7 E65 / E66 mengejutkan dunia melalui antar-muka iDrive. Mari ucapkan salam kenal kepada fitur Gesture Control. Layaknya smartphone, Anda bisa mengendalikan sejumlah fungsi mobil dengan menggerakkan jari di depan layar.
Silakan menaikkan atau menurunkan volue dengan cara memutar jadi dari kiri atau kanan. Dijamin membuat siapa pun naik Seri-7 untuk pertama kalinya akan terkesima.
Masih ada Skylounge, atap kaca panorama dikelilingi 15 ribu LED berpendar beraneka warna. Plus kehadiran pencahayaan ambient, membuat Anda merasa seperti tengah duduk dalam first class kabin A380.
Tampak bagaimana desainer BMW begitu mencurahkan perhatiannya pada kabin belakang. Rumor kami dengar, sempat ada wacana menempatkan mesin pembuat kopi di sana. Tidak jadi dihadirkan, namun tidak sampai mengurangi unsur kenyamanan, kemewahan dan kecanggihan di dalam. Sepasang jok bisa diatur secara terpisah dan dibalut material kulit Nappa selembut sutera. Sebagai bagian dari paket Pure Excellence, hadir fitur pemijat yang membuat siapa pun tidak ingin buru-buru keluar kabin.
Unsur abad ke-21 diperkuat kehadiran Touch Command, tablet dibuat khusus oleh Samsung. Juga, tersedia sepasang layar untuk memutar hiburan dari berbagai sumber. TV digital, blu-ray DVD, atau gadget terhubung USD atau HDMI.
Secara fisik, tampilan memang lebih pas disebut evolusi, bukan revolusi. Dengan wheelbase 3.210 mm, Seri-7 lebih panjang dari Mercedes S-Class (3.165 mm). Lekukan Hofmeister kink pada pilar-C kini dibayangi lekukan serupa pada bodi. Bagian ekor dipertegas lampu belakang super-besar yang kembali mengingatkan saya akan E 66 rancangan Chris Bangle nan kontroversial.
Model kami bawa pada sesi foto adalah 740 Li Pure Excellence. Ia dilengkapi mesin 3.000 cc 6 silinder turbo berkode B58, menghadirkan daya maksimal 326 dk. Guna menjamin unsur dinamis menjadi ciri BMW selama ini, tim insinyur mati-matian melakukan diet ketat sehingga mobil lebih ringan 130 kg.
Terdapat suspensi udara menjamin kelembutan laksana berkendara di awan jika digunakan pada setelan Comfort atau Comfort Plus. Ubah ke mode adaptive, maka sang kereta kencana pun akan menjelma menjadi chariot perang. Mengatur setelan suspensi, respons mesin dan kemudi sesuai situasi dan kondisi. Jangan heran jika 740 Li lebih terasa seperti si lincah Seri-3, daripada Seri-5.
Pada versi CKD diluncurkan di Indonesia International Motor Show April silam, hadir fitur Remote Control Parking. Disini, pengemudi dapat menyalakan mesin dan menjalankan mobil tanpa harus berada di balik kemudi. Cukup menekan layar pada BMW Display Key, seperti main game menggunakan smartphone.
TRADISI V12 M760 Li xDrive
Jika secara keseluruhan Seri-7 merayakan ulang tahunnya ke-40, maka 2017 juga menandai anniversary kehadiran mesin V12 pada flagship Bavaria. Tahun 1987, meluncur 750iL bermesin 5.000 cc V12.
Salut untuk BMW yang tetap mempertahankan tradisi V12 ditengah-tengah tren penggunaan mesin berkapasitas kecil. Pada generasi VI, model mendapatkan kehormatan V12 adalah M760 Li.
Diberi kode M karena sejatinya ini adalah monster tersamar segala kemewahan Seri-7. Diberi kode N63M30, mesin twin-turbo berkapasitas 4.400 cc mampu menyemburkan daya 610 dk dan torsi 800 Nm. Disalurkan ke keempat rodia via sistem gerak xDrive.
Jangan tanya entakan tenaga disajikannya. Data BMW menunjukkan klaim akselerasi 0-100 km/jam secepat 3,7 detik.
Adalah importir umum Blinkz-Blinkz Motors yang ‘berani’ menghadirkan monster 7 ini ke Indonesia.
M760 Li properti: Blinkz-Blinkz Motors
Galeri 40 Tahun BMW Seri-7
BMW 7 Series Edition 40 Jahre
Sebagai perayaan ulang tahun ke-40, pada ajang IAA Frankfurt 2017 berlangsung 14-24 September mendatang BMW Menampilkan 7 Series Edition 40 Jahre. Ini adalah edisi khusus dengan desain ekslusif dan diproduksi hanya sebanyak 200 unit. Warna disajikan pun khusus, Frozen Silver dan Petrol Mica. Plus kehadiran material Merino grain dengan paduan warna Smoke White / Cohiba atau Smoke White / Black.









