Kisah Kembalinya Maybach Ke Gelanggang Pertempuran Mobil Ultra-Mewah
Autography.co - Tergiur ingin bermain di segmen über-sedan, alias sedan ultra-mewah, tahun 2002 DaimlerChrysler meluncurkan brand Maybach. Diposisikan di atas Mercedes-Benz, DaimlerChrysler menargetkah Maybach untuk menantang Rolls-Royce dan Bentley. Sepasang model disiapkan, Maybach 57 dan 62.
Apa mau dikata, hasilnya tidak sesuai harapan. Dari target dua ribu unit, rata-rata Maybach hanya terjual 100 – 200 unit. Alhasil tahun 2012, induk perusahaan yang kini bernama Daimler mengumumkan berhentinya operasi Maybach per akhir 2013.
Tidaklah susah mencari alasan di balik gagalnya Maybach. Pertama faktor brand, praktis tidak beroperasi pasca Perang Dunia II dan hanya familier di Jerman. Kedua, konsumen gagal menemukan esensi mengapa harus beli Maybach nan-mahal kalau semuanya sudah bisa didapat pada S-Class ‘lebih affordable’. Sudah begitu, penampilannya terlalu ‘Mercedes’.
Namun, hal ini tidak berhenti nama Maybach benar-benar hilang dari muka bumi. Bagi Daimler dan Mercedes-Benz, nama Maybach terlalu penting dan legendaris untuk dilenyapkan. Ini karena sejak awal sejarah Mercedes-Benz dan dunia otomotif secara keseluruhan, Daimler dan Maybach merupakan satu kesatuan yang tidak mungkin dipisahkan.
Sejarah Maybach
Adalah berkat kolaborasi Wilhelm Maybach dan Gottlieb Daimler kita mengenal mesin dan mobil. Tahun 1885 Maybach dan Daimler menciptakan mesin ‘Grandfather Clock’ 1 silinder 100 cc dan 1 dk berikut sistem pasokan karburator. Versi turunan dari mesin inilah yang dipasang pada Reitwagen, motor pertama di dunia tahun 1886. Maybach terus terlibat pada produk-produk Daimler, sampai akhirnya mendirikan perusahaan sendiri tahun 1909.
Maybach-Motorenbau GmbH mulai memperkenalkan mobil pertamanya, Maybach W1 tahun 1919 dan dijual dua tahun kemudian. Fokus kepada sedan-sedan mewah, tahun 1929 meluncur seri Maybach Zeppelin. Dinamai sebagai tribut penggunaan mesin Maybach pada balon Zeppelin selama Perang Dunia I.
Pecahnya Perang Dunia II membuat hampir seluruh produsen otomotif mengabdikan produksinya membuat tank atau pesawat. Tak terkecuali Maybach. Bahkan, tidak melanjutkan lagi produksinya pasca perang. Brand Maybach baru muncul tahun 1997 seiring keinginan Daimler merambah segmen ultra-premium untuk melawan Rolls Royce. Sampai akhirnya dipensiunkan akhir 2013.
Maybach lahir kembali
Secara brand, Maybach memang sudah tidak ada. Akan tetapi, tradisinya tetap lestari dalam wujud sub-brand Mercedes-Maybach. Dan produk paling pas mengenakan nama besar ini tentulah S-Class. Diluncurkan serentak di LA Auto Show dan Guanzhou Motor Show November silam.
Ya, daripada membuat Maybach betulan yang terlalu mirip S-Class, sekalian saja ‘memewahkan’ S-Class dan diberi sub-brand Maybach. Sungguh pas dengan generasi 222-series yang membawa standar baru dalam unsur kemewahan dan desain aristokrat pada S-Class.
Secara fisik memang mirip, namun terdapat sejumlah perbedaan dibandingkan S-Class reguler. Mulai dari penambahan dimensi lebih panjang 207 mm, serta tambahan fitur kemewahan utamanya di dalam kabin.
Di Indonesia, Mercedes-Maybach S 500 diluncurkan tahun 2015 dengan harga “fantastis” nyaris menembus Rp 6 miliar.
Pada November 2016, muncul model kedua bernama Mercedes-Maybach S 650 Coupe yang diproduksi sangat terbatas di angka 300 unit. Diikuti SUV super-mewah Mercedes-Maybach G 650 Landaulet yang diluncurkan awal tahun silam
Upaya membuat model terpisah
Apa ditampilkan Mercedes di ajang Pebble Beach Concours D'Elégance 2016 membuat banyak pihak berspekulasi mengenai keinginan Maybach membuat garis tegas dengan Mercedes-Benz. Jika tidak dalam wujudmerek tersediri seperti antara 2002 – 2012, setidaknya dari sisi produk. Karena konsep dinamai Vision Mercedes-Maybach 6 ini jelas tidak memiliki saudara berupa model Mercedes biasa.
Beberapa pesan keras agaknya mengiringi kelahiran Maybach 6. Pertama, menunjukkan taring eksklusivitas Maybach, lebih dari sekadar versi mewah S-Class. Bukti bahwa Maybach sanggup menantang Bentley dan Rolls-Royce dalam taraf pertarungan sama.
Lihat dimensi mencapai 5,7 meter. Andai diproduksi, Maybach 6 akan terlihat lebih agung dan megah dibandingkan Rolls-Royce Phantom Coupé yang merupakan coupé terbesar saat ini. Mercedes menyebut Maybach 6 terinspirasi era kejayaan ‘aero coupé’ dekade 1930-an. Di ajang sama setahun kemudian pun muncul Vision Mercedes-Maybach 6 Cabriolet.
Dari sisi produk, Mercedes-Maybach S-Class model year 2018 pun dibuat semakin berbeda saudaranya dari Mercedes-Benz, dapat dikenali melalui desain gril baru vertikal dan ada kelir 2-tone seperti terdapat pada Maybach 57 dan 62 era 2000-an.
Kabar terkini, muncul satu lagi konsep dinamai Vision Mercedes-Maybach Ultimate Luxury di Auto China 2008. Ini merupakan konsep SUV ultra-mewah ala Maybach berbasis flagship SUV Mercedes-Benz GLS.
Rasanya, kehadiran Mercedes-Maybach “genuine” di pasar hanyalah tinggal menunggu waktu…














