Setapak Kaki
Pada mulanya, kita semua sama.
Terlahir dalam fitrahnya masing-masing; suci tak terjamah. Lalu kita mulai berkenalan dengan dingin udara dunia yang menyesakkan. Meraung-raung dengan air mata berjatuhan dan mendengar gema azan di kuping.
Lalu, mulai kita dipaksa untuk menjejak tanah. Menapaki bumi selangkah demi selangkah, meskipun tertatih dan terseok. Menaklukkan dunia yang angkuh dan sulit untuk direngkuh.
Bermodalkan setapak kaki yang selalu jadi pengingat jalan pulang.
Minggu, 28 Juni 2020














