Setengah Pertama
Kau tahu, sejak mimpi beberapa hari lalu, aku jadi ingin menyempurnakan setengah agamaku. Iya, setengahnya, tapi bukan setengah yang akan terpenuhi dengan sebuah ikatan suci yang bernama akad, tapi justru setengah yang sebelumnya, yang benar-benar menjadi tanggungjawab diriku sendiri.
Entah logikanya benar atau tidak, tapi bukankah ketika menginginkan mendapatkan kehidupan masa depan yang baik dan mulia, baik di dunia atau di akhirat, semuanya diawali dengan memantaskan diri untuk mendapatkan kebaikan dan kemulian tersebut? Ibaratnya, apakah pantas sebuah berlian, emas atau perhiasan mahal semacamnya disimpan di sebuah kotak yang kotor, berbau dan menjijikkan?
Selamat malam, dunia dashboard biru tua! Terimakasih sudah menemani sekian tahun untuk menyimpan berbagai lintas pikiranku, :)
(02/11/21)














