Kunamai Ini .. Tanpa Nama.
Tuhan itu satu . Cuma cara kita sayang sama Tuhan aja yang beda.
Tuhan itu sama. Cuma cara kita memanggil-Nya aja yang nggak serupa.
﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏﹏
Tuan.. Tasbih atau salib. Al-Qur'an atau Alkitab. Pendeta atau penghulu. Janji suci atau akad nikah. Mengaji atau menyanyi. Tengadah tangan atau lipatan jemari. Cinta tidak pernah mengenal beda.
Aku mencintaimu, namun tidak sebesar aku mencintai Allah-ku. Kau menjagaku, namun tidak sedahsyat ketika kau menjaga agama-mu.
Ya, memang begitu. Ini perihal benteng yang dibuat Tuhan. Tangan-tangan lemah kita tidak akan mampu meluluh-lantakkan ia. Jika bukan Tuhan yang bekerja, melerai jemalin kusut perbedaan kita. Tak akan pernah kita temukan tuju. Tak akan mungkin ikatan kita menjadi padu.
Saat ini. Berjalan saja, mengikuti kemana arah membawa kita. Walau bahu tidak benar-benar menyentuh. Walau jemari tidak saling bertaut satu. Kemana kita akan sampai? Siapa yang tahu. Biar rahasia tetap bungkam, jangan dibiarkan berbicara.
Jika memang garismu dan garisku akhirnya bersua pada satu titik. Tanpa ada lagi batas, tanpa ada lagi beda yang menyingkirkan kita dengan buas. Maka benar kita adalah tempat sepasang hati ini berpulang. Namun jika nyatanya kita tidak pernah menemui titik itu, sudah tersedia rumah yang sebenarnya untuk hati ini menetap.
Setidaknya kini, kita pernah saling membahagiakan. Bagai pelangi yang membuat langit tersenyum setelah kepergian hujan.
9:52 pm. Thursday, June 4. 2015.














