Setiap Nafas
Terucap hamdalah "Alhamdulillah" dari mulut seseorang adalah bentuk syukurnya atas keadaan dan hidup yang dijalaninya. Terlebih, bukan hanya berucap, namun dapat dicerminkan pada sifat dan perilakunya yang senantiasa menunjukkan sisi syukur. Tentu saja begitu banyak nikmat yang Allah beri kepada kita sehingga wajib untuk selalu bersyukur setiap harinya. Seperti pada lirik lagu berikut :
"Bersyukur kepada Allah, Bersyukur sepanjang waktu
Setiap nafasmu, seluruh hidupmuSemoga diberkahi Allah"
"Setiap nafas", yang sering tidak kita sadari ialah waktu dan kesempatan yang sungguh luar biasa Allah berikan di setiap bangun, di setiap kegiatan, di setiap tempat, tanpa ada sedikitpun yang harus kita bayar, tanpa ada sedikitpun tuntutan untuk mendapatkannya, yakni nafas. Pagi ini masih bernafas, tandanya masih banyak kesempatan yang bisa kita lakukan sebagai hambaNya.
Nafas, komponen utama sebuah raga bisa hidup menjalani kesibukan dunianya. Lantas, yang selalu tidak disadari, kita bernafas seakan akan serakah dengan dunia, seakan akan nafas milik kita, seakan akan bisa hidup selama apapun, sehingga tak terasa pun bahwa nafas adalah nikmat terbesar di dunia ini yang Allah hadiahkan.
Nafas memang tidak pernah berkata, namun ia merindukan kapan sang empunya bertahmid di sela-sela helaan dan hembusan nafasnya.
Bentuk syukur sebagai hamba itu begitu banyak, namun bertahmid ketika teringat dan sadar akan nafas yang diberi Allah setiap harinya merupakan syukur yang mendalam, mungkin disana kita bisa mengingat nikmat nikmat kecil lainnya sehingga menghasilkan syukur lainnya, mungkin disana kita bisa mengingat waktu dan kesempatan berharga, mungkin disana akan memunculkan momen momen yangmembuat kita ikhlas dan mungkin juga kita bisa mengingat kematian. Dan sebaik-baik pengingat ialah kematian. Sungguh Indahnya jika bentuk syukur akan selalu membuat kita semakin ikhlas serta mengingat kematian.
Bernafaslah lalu bersyukurlah, dan bertebaran di muka bumi ini untuk menabur benih kebaikan
~Faa
















