Da Nang Trip Prologue
HEYHOOO. The trip that i’ve postpone to write because i was so busy and hadn’t find the mood to write this. Finally!! My creative brain started to work again. I’m writing and sharing my super fun Da Nang trip with my travelling squad (Amirah and Dina). Btw i’m gonna write in bahasa mixed english. Leggo!!
Da Nang!! I had been wanting to go to this place ever since i saw my fave korean celebs went to this place, huehehehe. Pertama gara-gara Yura nge-post foto-foto dia lagi holiday sama keluarganya di Da Nang. Langsung googling, and the place is so good apparently, I want to go there too!! Gas langsung cek tiket, eh mahal ternyata karena gak ada yang direct jadi harus transit. Jadi gue mengurungkan niat kesana dech, hikshiks.
Beberapa bulan kemudian Hong Jong Hyun (ex onscreen husbandnya Yura) ngepost kalo dia lagi photoshoot di Da Nang. Makin mupenggg. Cek tiket lagi. Masih mahal. Yauds, bye!!
Gak lama kemudian, airasia promo again. Tanpa babibu cari tiket, book ke Singapore. Kelar pulang SG, ada promo lagi. Cari-cari ke Da Nang. Tada!! Dapett!! 2,5jeti PP. Very cheap!! Langsung share ke geng travelling, they googled about Da Nang and excited about the place. Langsung book gak pake lama keburu abis. Actually, i booked for 4 pax, due to some reasons, one of my friends canceled the trip. Jadi, yang berangkat yaitu formasi buat ke Korea. I booked the ticket before I went to Korea. So, basically I had two travelling tickets abroad at that time, lol sok tajir. Tapi, jangan sedih, dengan installment gak bikin kantong langsung kering, jadi bisa nyicil selama beberapa bulan.
Cuss maju ke next year which is 2019. Kita bikin itinerary belajar pengalaman dari bikin itin ke Korea, bahwa kalau jalan-jalan jangan maruk bikin itin mau ke semua tempat wkwk. Jadinya buru-buru waktu banget kalau kebanyakan masukkin tempat. Jadi, trip kali ini kita mau woles. Bikin itin nya gak seribet ke Korea, karena kita cuma 4 hari 3 malam di Da Nang. Tempat wisatanya pun gak se-membludak Korea.
Sebelumnya gue udah browsing mengenai Da Nang dan traveling di Vietnam. Hal yang paling banyak diungkapin turis yaitu kendala bahasa karena banyak yang gak bisa english. Jadi, untuk menghindari kendala kesusahan disana untuk sewa apa-apa, gue udah book anything mostly through internet, biar sampai sana tinggal cuss jalan aja.
Accommodation & Transportation
Penginapan di Da Nang buanyak banget, harganya banyak yang low-budget, yang mahal dan mewah pun ada. Comparing to the hotel price in Bali, it was almost the same. Harganya kompetitif, secara emang tempatnya lagi berkembang banget buat jadi top wisata di Vietnam.
Setelah browsing banyak tempat, finally kita menjatuhkan hati pada Raon Danang Hotel. We booked the accommodation through Agoda. Lokasi nya dekat dengan My Khe Beach, yang mana ini menjadi salah satu tempat tujuan untuk kita sambangin. Lokasi oke, kamar oke, fasilitas lumayan dengan harga yang cheap dapet bathub loh. It was around VND 2,1mio or IDR 1,4mio for 4 days 3 nights and could accomodate 4 guests!! Itu pun udah termasuk breakfast gaes, serta ada a small pool nya kalo mau berenang. Luar biasa murah bukan?
Pihak Raon Hotel nya pun kirim email ke kita mengenai konfirmasi booking and they offered airport shuttle service seharga VND 150k one way atau sekitar IDR 90k. Kalau pesan untuk PP aiport-hotel-airport tinggal dikalikan dua. For comparing, gue coba liat harga sewa via OTA such as klook, traveloka, dll. Dan gue memutuskan untuk ambil transport from-to airport dari Raon Hotel’s shuttle service.
Selain transportasi dari-ke bandara, gue menanyakan rate harga sewa mobil selama disana dan comparing dengan harga di OTA. Lagi-lagi, Raon menawarkan harga yang lebih murah!!! Gausah pake ribet, langsung ambil lah tawaran dari Raon. Berikut rate yang gue dapet dari Raon untuk rent car:
Da Nang Airport-Raon Hotel one way (Day 1): VND 150k / IDR 90k
Raon Hotel - Ba Na Hills round trip (Day 2): VND 600k / IDR 360k
All day trip around Da Nang (Day 3): VND 1.2mio / IDR 730k
Raon Hotel - Da Nang Airport one way (Day 4): VND 150k / IDR 90k
Setelah deal dengan harga dan mengatur schedule sesuai itinerary, finally gue email Raon Hotel untuk detail penyewaan biar segalanya sudah siap sedia selama disana, dan untuk menghindari kendala bahasa juga, secara kalau tulisan lebih mudah dicerna ketimbang speaking. Berikut email yang gue kirim ke Raon Hotel:
Selama disana kita naik 3 mobil dengan driver yang berbeda. Jadi, kita tipping nya ke tiga supir tersebut dengan jumlah yang berbeda tergantung dari lamanya kita sewa dan jaraknya. Tetep masih affordable kok. Kendala selama menggunakan jasa drivernya, they mostly couldn’t speak english. Jadi, harus siap sedia Google translate kalau mau ngomong. But luckily they were all friendly. Most Vietnamese are!!
Tourism Destination
Setelah akomodasi dan transportasi were all settled, saatnya gue mulai research destinasi wisata yang entrance ticket nya bisa dibeli via OTA. Dari beberapa destinasi wisata yang kita susun, yang tiketnya bisa gue beli via OTA adalah Bana Hills. Our main destination. Gue comparing harga di beberapa OTA, dan yang nawarin harga termurah pada saat itu adalah traveloka. Ada beberapa pilihan paket yang ditawarkan, gue memilih paket Ba Na Hills Da Nang Meal Combo Tickets yang sudah include Admission Ticket + Lunch Buffet. Belajar dari ke Everland sebelumnya bahwa nyari makanan cukup ribet, makanya kita pilih yang sekaligus dapet lunch biar lebih ringkes. Pilihan resto nya ada banyak. Halal or No? I will talk about it later on another post.
Berbeda dari metode yang diterapkan oleh klook waktu kita booking tiket ke Everland. Klook biasanya udah punya stall penukaran tiket di tempat wisatanya, kalau sewa via traveloka, tiket masuk akan diantarkan ke Hotel tempat menginap. Jadi, tinggal isi data kapan mau diantar ke Hotel tiket masuknya. Maka dari itu, penting untuk sewa hotel terlebih dahulu sebelum booking tiket untuk ke Ba Na Hills via traveloka.
And yuhuuu, tepat pada malam hari sebelum kita berangkat ke Ba Na hills, tiketnya sudah diantarkan oleh travel agent lokal yang rekanan dengan traveloka ke tempat kita menginap. Mereka menitipkan tiketnya ke resepsionis.
Untuk entrance fee destinasi wisata lain di Da Nang, kita langsung beli on the spot karena memang tidak kita temukan ada OTA yang jual entrance ticketnya secara terpisah other than tour package with a tour guide. Tapi, karena kita mau ngebolang sendiri, jadi kita skip pilihan itu.
Portable Wi Fi
Waktu gue ke Korea, sewa Wi Fi via klook, pengambilan di Incheon Airport. Kali ini metodenya agak berbeda. Sama seperti tiket Ba Na Hills, perangkat Wi Fi langsung diantarkan ke Hotel tempat kita menginap. Sebenarnya, waktu gue comparing harga sama penyewaan via traveloka, lebih murah yang via traveloka. Tapi karena pertimbangan review dan lain-lain, gue memutuskan untuk ambil via klook. Senengnya as soon as we arrived at the hotel, Wi Fi nya udah diantar. Jadi bisa langsung dipakai. Kita pakai Wifi 3G Vinaphone dengan batas waktu penyewaan selama 4 hari dengan harga IDR 280k. Sinyalnya oke kok, kita pakai tanpa hambatan. Cuma harus sedia power bank, karena baterainya hanya awet sekitar 6-8 jam pemakaian.
Money Changer
Rate VND 1 pada saat itu adalah sekitar IDR 0.60 which the rate was lower compare to IDR. Gue baca review-review dari orang yang ke Vietnam, harus siap sedia uang cash karena banyak merchants yang gak bisa pakai CC. That’s why gue tuker IDR to VND (Vietnam Dong) cukup banyak untuk perbekalan disana. Karena rate nya yang lebih rendah, sangat disarankan untuk habisin uang VND selama disana karena kalau mau dijual lagi harganya jatoh banget ketimbang pas beli.
Tapi ternyata selama di Da Nang banyak banget merchants yang bisa pakai CC untuk transaksi. Rate nya pun jauh lebih murah ketimbang beli cash VND dari IDR. Jadi, menurut gue mending tukar uang secukupnya aja untuk jaga-jaga atau untuk tipping. Selain itu, pakai CC untuk transaksi bakal lebih hemat ketimbang tukar uang cash.
Baggage and In Flight Meal
Tiket promo airasia yang gue beli belum termasuk bagasi dan flight meal. Berbeda dengan waktu kita ke Korea, bawa koper cukup gede dan berat karena bawa baju musim dingin, jadi harus beli bagasi PP waktu itu. Sedangkan ke Da Nang kita bawa koper kabin dengan berat sekitar 7kg aja yang mana masih diizinkan untuk masuk bagasi kabin. Jadi, gue dkk hanya membeli bagasi untuk baliknya aja, dan itu pun untuk satu pax aja dengan kapasitas 20kg. Me and friends berbagi bagasi dengan kapasitas segitu, karena tambahan bawaan kami paling cuma oleh-oleh aja.
Waktu ke Korea harga flight meal nya way expensive, tapi penerbangan ke Da Nang dengan menu yang hampir sama jauh lebih murah. Gue jadi tergiur untuk mencoba flight meal nya air asia. Hanya dengan IDR 37k udah dapet 1 meal + 1 air mineral. Cuss gue dkk pesen meal via web untuk penerbangan KUL-DAD-KUL, yang mana makan waktu lebih lama daripada CGK-KUL-CGK. Makanannya oke sih kalo menurut gue, cocok di lidah. Porsinya aja yang kurang banyak hehe.
Next post gue bakal bahas trip selama Da Nang, so cekidot by clicking this !!
xoxo
mels











