Reuni(ted)
Harusnya tadi udah duduk manis di salah satu masjid di Jaktim dengerin kajian Ust. Adi Hidayat, tapi apadaya malah tak ada yang berangkat. Semoga niatnya udah terhitung pahala sama Allah swt. Aamiin. Lalu tetiba muncul lah percakapan oleh dua perempuan shalehah seperti ini,
A : Gimana ya caranya supaya kita itu berprinsip (memegang teguh prinsip kita). Prinsipnya yaitu hanya melakukan hal-hal yang bermanfaat dan/atau mendatangkan kebaikan (pahala) dan meninggalkan hal-hal yang berpotensi menambah dosa? (Misalnya reunian temen sekolah)
D : Ada pepatah yang kurang lebih isinya gini “ikan berenang di air laut yang asin namun rasa ikan sendiri tidaklah asin”. Jadi, semua kembali ke kamu, kembali ke niatmu. Kalau reunian atau ngumpul-ngumpul itu kan biasanya berpotensi ikhtilat, maka kamu lihat dulu tempat ngumpulnya dimana dan kapan acaranya. Kira-kira kalau ikutan, kamu bisa ga menjaga diri di sana? Nah, kalau kamu ngerasa mampu menjaga diri selama acara itu, bisa aja kehadiran kamu malah jadi sarana untuk berdakwah. Sebaliknya, kalau kamu rasa acara itu berpotensi lebih banyak mudharatnya, silahkan ditinggalkan. Mengenai cara berpegang teguh, semua kembali ke kamu.
A : Hm, iya ya. Aku malah baru kepikiran tentang niat berdakwah di sela-sela acara reunian. Tapi pasti nanti lebih banyak gosipnya :( Nanti yang dakwah cuma aku sendiri, kalah sama mereka.
D : Coba dulu aja. Nabi Nuh juga ga bisa mendominasi diantara kaumnya kan.. Nanti kalau kamu memang ngerasa ga kuat, pamit pulang aja.
A : Gitu ya... Kebetulan aku tipikal orang yang ga enakan dan mudah terpengaruh orang lain. Jadi yang paling aman memang lebih baik dihindari dan menolak dari awal. Okesip
D : Yes. There you go, girl. Karena kehati-hatian adalah bentuk dari konsekuensi keimanan. Semoga kamu diberikan kebijaksanaan dalam mengambil tiap keputusan ya :)
Jakarta, 22 Juli 2017








