Siapa Dia?
Dunia di jantungku terhentak. berkali kali tampak seseorang itu. telah ku hitung hari, lebih dari seminggu dia terus bersamaku. mungkin hanya kebetulan, atau ada jalan dari semua ini. entahlah, dia mengusik jalan pikiranku sekarang.
Sampai matahari terbit kembali, aku memulai hariku seperti biasa. aku pergi. sekali lagi, dia sudah berdiri menunduk memainkan handphone yang kau miliki tak lupa headset yang selalu sudah dia pasang di kedua telinganya. sampai hari ini pun, dia tak merubah kegiatannya itu. tapi sungguh aku begitu ingin tahu apa yang sedang dia mainkan dan dia dengarkan saat itu. ah! tidak penting!
Pagi menuju siang berganti malam. pagi menyapa kembali. harapan yang selalu tumbuh setiap hari. sejak saat itu kanan dan kiri begitu penting untuk di perhatikan. tapi kali ini, keyakinan itu sirna. tak ada tanda munculnya dia. benar saja, kali ini aku sendiri bersama harapan kosong. mungkin aku terlambat atau dia yang mungkin berada di belakangku. sungguh aku tak berhentir berpikir. ini sungguh tidak penting. aku memang adalah orang yang gemar berpikir bahkan yang tak masuk logika bisa masuk ke otakku. percayalah, mungkin hari ini aku tak beruntung. hah? tak beruntung.