Sebenarnya sudah pasti setiap orang butuh dinasehati, tapi seringnya cukup didengarkan saja. Masing-masing punya kemampuan untuk memutuskan suatu hal, karena mereka sendirilah yang punya solusi paling tepat setiap permasalahan yang mereka dapatkan. Tinggal kemauannya kemana diarahkan. Well, ada beberapa orang yang punya kemampuan ngandhani (memberi pengertian) lebih baik daripada oranglain. Sarannya pas untuk sitkon yang ada atau caranya lebih bisa diterima orangnya atau perannya lebih pantas menurut orangnya atau alasan-alasan tertentu yang memang Allah benarkan sampai ke akal orangnya. Karena memang punya pengalaman ataupun cukup pengetahuan. Bolehlah kita ini merasa lebih tahu, merasa lebih mampu; tapi kita enggak berhak menyelesaikan masalah oranglain. Boleh membantu memberikan pandangan, agar beliau punya perbandingan. Bukannya tidak cukup peduli, tapi masing-masing pribadi (semestinya) punya ciri sendiri-sendiri. Misal ada dua pilihan; cari jati diri, atau bikin jari diri. Kalau untuk pribadi, saya memilih pilihan kedua. Tapi kalau pilihan kedua saya aplikasikan ke oranglain, yo bubrah (rusak). Wes to, setiap orang punya masing-masing peran dan punya masing-masing cara menjalani peran. Menabung itu bukan cuma duit, informasi juga ada yang sebatas disimpan. Tumbuh bersama walaupun tak serupa itu lebih seru. Sekedarnya saja. Sing penting yakin(?). Sing penting Allah ridho(!). ارح نفسك من التي بير. فما قام به غير ك عنك لا تقم به لنفسك. "Istirahatkan dirimu dari ikut mengatur [urusanmu]. Sebab apa yang telah diurus untukmu oleh selainmu, tak perlu lagi kau turut mengurusnya." (Athaillah). #justshare #selfreminder #lifegood #silenttalk #SundaySharing #instastory