Kilas
dalam waktu yang amat terbatas. banyak hal terus bergerak. entah itu prasangka, fakta, peristiwa, dan lainnya, terus bergulir.
dalam waktu terbatas, kita hanya memiliki diri sendiri sebagai perisai. memiliki nama, yang melekat sejak lahir yang mungkin memiliki banyak makna di hari ini.
oh dia Budi! iya! dia adalah kawan baikku.
oh dia Budi! iya, dia adalah orang yang berhutang padaku.
oh dia Budi! iya? dia adalah orang yang pernah menyakiti temanku.
oh dia Budi! mahasiswa berprestasi itu? oala..
banyak peran dan karakter melekat pada kita, atau .. sebenarnya hanya pada benak orang orang yang mengenal atau mendengar tentang kita.
hanya sekilas, hidup kita yang melintas di pikiran mereka.
ia pikir, si Budi itu, berlimpah kehidupannya. tidak pernah merasakan sulit dan kekurangan sepanjang usianya.
ia pikir, si Budi itu, tukang selingkuh, banyak wanita ada dalam kontaknya.
atau, mereka pikir, si Budi itu, adalah seorang yang baik di lingkungannya dan suka membantu orang tua menyebrang jalanan.
kita membagikan cerita lewat makna, kita memberikan kesan lewat sapa.
kata kata mempunyai beberapa tafsiran, selalu ada lebih dari satu, jika hanya dibaca oleh sang penerima.
asumsi, seringkali lebih ataupun kurang dari aslinya.
karena yang kamu miliki, hanyalah kilas dari ia sebenarnya.
Budi,
terima kasih untuk rasa takut itu,
ternyata masih banyak yang aku takutkan dalam hidup,
salah satunya takut menjadi beban dan memiliki akhir yang dikenal tidak baik oleh orang orang.
Budi,
tak usah risau,
kita tahu, Tuhan kita, lebih kenal kita siapa, dan akan menjadi siapa kelak kita nantinya.













