Simpulan
Jangan melihat kebawah saat kamu melakukan kesalahan, dengan seakan akan membenarkan diri seolah dibawah mu masih ada jauh orang yang melakukan lebih salah daripada dirimu. Ya, itu ada atau tidak, bukan masalah mu.
Coba lihat keatas, lihat bagaimana masih banyak orang yang lebih baik perbuatannya. Bagaimana setiap tujuan di kehidupan ini dengan berbagai rintangannya adalah sesuatu yang perlu kita perjuangkan. Bagaimana ternyata dunia berputar sesuai irama musik dari instrumen yang kita mainkan. Bagaimana sehelai daun yang jatuh dari rantingnya-pun akan membawa setetes air embun sejuk dipagi hari yang akan jatuh ke tanah untuk menyuburkannya.
Bagaimana setiap orang memerlukan usaha tanpa batas untuk menjadi baik tanpa pernah merasa telah menjadi baik itu sendiri. Pamrih dan Ikhlas. Apabila mempunyai kasta, perbuatan seperti itu berada di kasta yang paling tinggi di Kerajaan Ikhlas dan Pamrih. –Berusaha menjadi baik countinously, tanpa pernah merasa demikian.
Lalu, menjadi bermanfaat adalah akhir dari segalanya. Simpulan dari setiap cita-cita dan tujuan kita. Terdengar alunan musik yang indah di setiap poros bumi yang berputar, sambil menginjakan kaki disetiap tanah yang subur karena setetes air embun pagi yang sejuk yang dibawa oleh sehelai daun jatuh itu.
–
Malang, 12-17 September 2016.
A week in brief.









